Farah.ID
Farah.ID

Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam

LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 12 Juni 2021, 15:36 WIB
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Menara Canton di Guangzhou, Provinsi Guangdong/Net
Pejabat kesehatan di Provinsi Guangdong China Selatan mengatakan, bahwa orang tua dan anak-anak menjadi kelompok yang menyumbang lebih banyak kasus dalam wabah terbaru di provinsi tersebut. Tercatat bahwa sekitar 30 persen kasus baru menyerang warga berusia di atas 60 tahun, dan 13 persen berusia di bawah 14 tahun.

Pada konferensi pers hari Jumat (11/6), Xu Qingfeng, wakil direktur komisi kesehatan provinsi Guangdong mengatakan, pada Kamis, tercatat ada 140 kasus yang dikonfirmasi dan infeksi tanpa gejala di Guangdong, termasuk 121 kasus yang dikonfirmasi, tujuh infeksi tanpa gejala di Guangzhou ibu kota Guangdong, 10 kasus terkonfirmasi di Foshan, satu kasus terkonfirmasi di Zhanjiang, dan satu infeksi tanpa gejala di Maoming.

Sementara Shenzhen telah melaporkan 4 kasus yang dikonfirmasi dan 12 infeksi tanpa gejala sejauh ini.

"Di rumah sakit, 134 kasus lokal dikonfirmasi dirawat, termasuk enam kasus kritis, lima kasus parah. Jumlah orang yang terinfeksi dalam epidemi ini tinggi di antara orang tua dan anak-anak. Yang tertua berusia 92 tahun dan yang termuda berusia 1 tahun," kata Xu, seperti dikutip dari Global Times, Sabtu (12/6).

Maoming, Foshan dan Shenzhen masing-masing melaporkan tidak ada kasus baru sejak 26 Mei, 5 Juni, dan 7 Juni. Kasus-kasus baru di Guangzhou ditemukan dari area manajemen tertutup dan lokasi karantina.

Para ahli percaya situasi epidemi di Guangzhou sekarang telah membaik, tetapi mereka tidak mengesampingkan adanya kemungkinan kasus sporadis.

Guan Xiangdong, seorang spesialis di tim medis Covid-19 Guangdong, mengatakan sekitar 10-12 persen pasien Covid-19 dalam wabah terbaru di Guangzhou dalam keadaan kritis.  

"Proporsinya lebih tinggi daripada epidemi di Wuhan, dan 20 klaster regional berikut yang terjadi di seluruh China, di mana proporsinya biasanya 2-3 persen, 5-8 persen atau 8-10 persen di beberapa daerah," kata Guan kepada China Central Television (CCTV) pada hari Kamis.

"Proporsi kasus yang parah dan kritis yang relatif tinggi mungkin disebabkan oleh jenis virus yang sangat patogen yang menyebar dalam gelombang epidemi ini di Guangzhou," katanya.

Zang mengatakan, pasien di Guangzhou kali ini memiliki gejala yang lebih jelas, dengan sekitar 80 persen mengalami demam.

"Para pasien memiliki viral load sangat tinggi, dan itu menurun pada kecepatan yang sangat lambat,” katanya.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA