Farah.ID
Farah.ID

Menatap Tajam Mata Putin, Wartawan AS: Pak Presiden, Apa Yang Begitu Anda Takutkan?

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 20 Juni 2021, 09:54 WIB
Menatap Tajam Mata Putin, Wartawan AS: Pak Presiden, Apa Yang Begitu Anda Takutkan?
Wartawan ABC News Rachel Scott ketika bertanya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin/Net
Terdapat sebuah momen menarik perhatian ketika menyimak konferensi pers tunggal yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin di Jenewa beberapa waktu lalu.

Konferensi pers itu digelar usai Putin bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (16/6).

Dalam sebuah klip video yang diunggah Forbes, tampak seorang wartawan perempuan dari ABC News, Rachel Scott berdiri untuk memberikan pertanyaan kepada Putin.

Namun menariknya, wartawan perempuan asal Amerika Serikat (AS) ini menunjukkan keberanian dengan mencecar Putin dengan pertanyaan seputar dugaan persekusi Kremlin terhadap oposisi, seperti Alexei Navalny.

Bahkan dengan mata tertuju pada Putin, Scott mempertanyakan apa yang membuat presiden 68 tahun itu seakan takut menghadapi lawan-lawan politiknya.

Ketika diberi kesempatan bertanya, Scott pada awalnya membahas pertemuan Putin dengan Biden.

“Presiden Biden telah mengatakan bahwa dia akan merespons jika serangan siber dari Rusia tidak berhenti. Saya ingin tahu, apa yang dia katakan kepada Anda? Apakah dia membuat ancaman?" tanya Scott.

Setelah itu, ia kemudian menambah pertanyaannya.

"Dan jika boleh, Pak. Daftar lawan politik Anda yang mati, ditahan atau dipenjara itu panjang. Organisasi Alexei Navalny menyerukan pemilu yang bebas dan adil dan diakhirinya korupsi, tetapi Rusia telah melarang organisasi itu, menyebutnya 'ekstremis', dan Anda sekarang mencegah siapa pun untuk mendukungnya mencalonkan diri. Jadi, pertanyaan saya, Pak Presiden, apa yang begitu Anda takutkan?"

Pertanyaan Scott itu lantas membuat wartawan lainnya terkejut. Di media sosial, banyak wartawan yang kemudian memuji keberanian Scott untuk melakukan konfrontasi pada Putin.

Tidak sampai di situ, setelah mendengar jawaban Putin yang menurutnya kurang dan tidak menjawab pertanyaannya, Scott kemudian memberikan tekanan lebih.

Dalam jawabannya, Putin membandingkan oposisi ekstremis seperti Navalny dengan aksi Black Lives Matter di AS. Ia menyebut Rusia tidak ingin kerusuhan terjadi seperti halnya di AS.

"Anda tidak menjawab pertanyaan saya, Pak. Jika semua lawan politik Anda mati, dipenjara, diracun, bukankah itu mengirim pesan bahwa Anda tidak menginginkan pertarungan politik yang adil?" tanya Scott penuh tekanan.

Menjawab lagi, Putin kemudian menyamakan para perusuh di Capitol Hill dengan para oposisi ekstremis.

"Mereka disebut teroris domestik. Mereka melakukan sejumlah kejahatan," kata Putin.

ARTIKEL LAINNYA