Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Institut Virologi Wuhan Terpilih Sebagai Kandidat Untuk Penghargaan Prestasi Sains dan Teknologi Luar Biasa

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 21 Juni 2021, 06:04 WIB
Institut Virologi Wuhan  Terpilih Sebagai Kandidat Untuk  Penghargaan Prestasi Sains dan Teknologi Luar Biasa
Institut Virologi Wuhan (WIV) /Net
Institut Virologi Wuhan (WIV) menjadi salah satu kandidat peraih Penghargaan Pencapaian Sains dan Teknologi Terbaik 2021 atas pencapaiannya dalam mengidentifikasi patogen Covid-19.  

Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS), penyelenggara ajang tersebut, mengumumkan daftar para kandidat dalam pernyataan disitus resminya, seperti dikutip dari Global Time, Minggu (20/6).

Penghargaan ditujukan kepada individu atau kelompok penelitian yang telah membuat atau menunjukkan prestasi yang signifikan dalam lima tahun terakhir.

Menurut CAS, WIV telah dengan cepat melakukan identifikasi patogen setelah merebaknya Covid-19  menyelesaikan seluruh pengurutan genom virus dan isolasi virus dalam waktu singkat, serta mengonfirmasi bahwa virus Covid-19 memiliki reseptor fungsional yang sama dengan virus SARS.

WIV juga dianggap mampu menganalisa secara sistematis karakteristik biologis dasar virus, dan mengungkapkan bahwa virus corona yang dibawa oleh kelelawar mungkin merupakan nenek moyang evolusioner dari virus corona.

Setiap tahunnya, CAS memberikan penghargaan kepada 10 individu dan kelompok penelitian. Untuk individu, CAS memilih  'Wanita kelelawar' China, Shi Zhengli, dan Yuan Zhiming, direktur Laboratorium Keamanan Hayati Nasional Wuhan, sebagai kandidat kontributor luar biasa.

Menurut CAS, Shi adalah salah satu kontributor utama kelompok penelitian atas pencapaiannya dalam mengidentifikasi patogen Covid-19 dan menyelesaikan pengurutan gen virus corona, isolasi virus, verifikasi reseptor, pembentukan model tikus, dan studi lain tentang identifikasi patogen.

Sementara Yuan terpilih sebagai salah satu kontributor luar biasa atas kontribusinya dalam membangun model infeksi primata non-manusia virus corona.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA