Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Raih Posisi Lima di Olimpiade Tokyo 2020, Rusia Bangga Para Atletnya Berjuang dalam Kondisi Sulit

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 09 Agustus 2021, 07:10 WIB
Raih Posisi Lima di Olimpiade Tokyo 2020, Rusia Bangga Para Atletnya Berjuang dalam Kondisi Sulit
Upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020, Minggu 8 Agustus 2021/Net
Rusia menyatakan kebanggannya atas perolehan yang dicapai para atletnya di Olimpiade Tokyo 2020. Meskipun berada di peringkat lima, hal itu merupakan sebuah prestasi besar.

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Chernyshenko menyebutnya sebagai 'kemenangan bersejarah yang diadakan dalam kondisi sulit.

"Ini, mungkin salah satu kompetisi paling sulit bagi atlet kami: pandemi dan kondisi khusus persiapan untuk Olimpiade, tidak adanya penonton dan keadaan yang memiliki tekanan moral pada mereka. Kami bangga dengan mereka. Mereka telah membawa kemenangan yang sangat bersejarah di Olimpiade untuk negara ini," kata Chernyshenko kepada kantor berita Tass, Minggu (8/8).

Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung sejak 23 Juli 2021 telah berakhir pada Minggu (8/8). Atlet Rusia ikut berpartisipasi dalam upacara penutupannya di Stadion Nasional di Tokyo.

Para pembawa bendera membuka arak-arakan. Tim ROC (Komite Olimpiade Rusia) diwakili oleh pegulat gaya bebas Rusia Abdulrashid Sadulaev yang berhasil mengggondol emas  dalam kategori berat di bawah 97kg. Kemenangannya ini menjadilkannya peraih medali emas Olimpiade dua kali.

Secara keseluruhan, 339 set penghargaan dipertaruhkan di Olimpiade ini. Posisi pertama ditempati oleh Amerika Serikat yang memenangkan 39 emas, 41 perak dan 33 medali perunggu. Posisi kedua ditempati China dengan 38 emas, 32 perak, dan 18 perunggu. Disusul dengan Jepang yang memperoleh 27 emas, 14 perak, dan 17 perunggu, Inggris (22-21-22), dengan Rusia di tempat kelima (20-28-23).

Olimpiade Musim Panas 2020 di yang semestinya dilaksanakan pada 2020 mengalami penundaan selama satu tahun karena pandemi virus corona. Penyelenggara ajang olah raga dunia ini diselenggarakan tanpa penonton.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA