Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

China Ungkap Tujuan Sebenarnya Memorandum Biden soal Hong Kong

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 09 Agustus 2021, 12:17 WIB
China Ungkap Tujuan Sebenarnya Memorandum Biden soal Hong Kong
Presiden Joe Biden/Net
China kembali mendesak Amerika Serikat untuk menghormati kedaulatan mereka dan berhenti mencampuri urusan Hong Kong, setelah Presiden AS Joe Biden menandatangani memorandum tawaran perlindungan sementara bagi warga Hong Kong yang ada di AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mengatakan, apa yang disebut memorandum itu telah mencoreng hukum keamanan nasional di Hong Kong dan kebijakan China atas wilayah tersebut.

"Memorandum itu adalah manifestasi lain dari campur tangan besar Washington dalam urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri China," kata Hua dalam tanggapan tertulis yang dipublikasikan di situs web kementerian, Minggu (8/8).

"China sangat tidak puas dan dengan tegas menentang langkah tersebut," katanya, seraya menambahkan bahwa China telah mengajukan perwakilan serius ke Amerika Serikat, seperti dikutip dari CGTN.

Pekan lalu Biden menandatangani sebuah memorandum yang memperluas tempat perlindungan sementara untuk penduduk Hong Kong yang melarikan diri dari tindakan represif China.

"Memorandum presiden mengarahkan penundaan deportasi penduduk Hong Kong tertentu yang hadir di Amerika Serikat, memberi mereka tempat yang aman sementara," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan.

Hua mengatakan, undang-undang keamanan nasional di Hong Kong telah meningkatkan supremasi hukum, memulihkan keamanan dan stabilitas di kota, dan melindungi hak dan kepentingan yang sah bagi warganya.

Dia juga membantah klaim Washington untuk menyediakan "tempat berlindung yang aman" bagi penduduk Hong Kong, menekankan bahwa tujuan sebenarnya dari AS adalah untuk mendukung dan menggaungkan anti-China, mengacaukan kekuatan di Hong Kong, menyabot kemakmuran dan stabilitas Hong Kong, dan menekan pembangunan China.

"AS harus berhenti mengganggu aturan hukum Hong Kong dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri China," katanya, mendesak Washington untuk tidak mendukung atau memaafkan kekuatan anti-China yang mengganggu stabilitas di Hong Kong dengan cara apa pun.

"Jika tidak, AS akan secara serius merusak kepentingannya sendiri di Hong Kong," kata dia.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA