Farah.ID
Farah.ID

Kunjungan Mohamed bin Zayed ke Prancis, Perkuat Hubungan yang Terjalin Sejak Era Presiden Chirac

LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 15 September 2021, 12:45 WIB
Kunjungan Mohamed bin Zayed ke Prancis, Perkuat Hubungan yang Terjalin Sejak Era Presiden Chirac
Pertemuan Preiden Emmanuel Macron dengan Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada 2018/Net
Hubungan UEA dengan Prancis yang sudah terjalin lama, akan semakin menguat dengan kabar kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ke Prancis pada hari Ini, Rabu (15/9).

Zayed Al Nahyan akan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris untuk membahas kerja sama strategis antar negara, seperti yang dilaporkan Kantor berita resmi WAM.

Kunjungan ini akan menyoroti kembali hubungan Emirat yang terjalin beberapa dekade yang lalu, tentang kasih sayang dan prinsip-prinsip hukum internasional, dengan mendedikasikan rasa hormat terhadap semua norma dan perjanjian internasional.

Bagi UEA, kedekatannya dengan Prancis sudah tidak asing lagi sejak masa kepresidenan Jacques Chirac, 1995-2007.

Chirac-lah yang memberikan aksesnya ke kekuasaan di negara Eropa dorongan kuat untuk hubungan bilateral.

ZayedAl Nahyan menganggap Chirac sebagai teman dan sekutu yang dapat diandalkan, sementara koordinasi dibangun melalui upaya bersama mereka untuk mencari solusi alternatif dan damai untuk krisis dan konflik di wilayah tersebut.

Mendiang Chirac dianggap sebagai salah satu presiden paling populer dalam sejarah Prancis.

Kunjungan Zayed Al Nahyan itu menyusul pertemuan antara Kepala Staf Angkatan Bersenjata kedua negara pada pekan lalu.  

Jenderal Hamad Mohammed Thani Al Rumaithi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata UEA nampak terlibat percakapan hangat dengan rekannya, Jenderal Thierry Borcard, kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis.

Keduanya membahas hubungan bilateral yang mendalam antara negara mereka di bidang militer dan pertahanan.

Jenderal Borcard juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan UEA dalam mengevakuasi diplomat dan warga Prancis, serta warga negara dari banyak negara lain dari Kabul, selain perannya dalam mendukung upaya bantuan internasional di Afghanistan selama beberapa tahun terakhir.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA