Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Inilah Sosok Lizz Truss, Menteri Luar Negeri Inggris yang Baru

LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 16 September 2021, 07:44 WIB
Inilah Sosok Lizz Truss, Menteri Luar Negeri Inggris yang Baru
Elizabeth Mary Truss, yang dikenal sebagai Liz Truss, jadi Menteri Luar Negeri wanita kedua di Inggris/Net
Namanya tidak asing lagi di dunia perpolitikan dunia. Dengan banyaknya prestasi yang dipegangnya, tidak heran ketika Perdana Menteri Boris Johnson mendaulatnya sebagai Menteri Luar Negeri, jabatan yang dianggap sangat prestisius bagi banyak orang, dalam perombakan kabinet Rabu (15/9).

Elizabeth Mary Truss, yang dikenal sebagai Liz Truss, menggantikan Dominic Raab yang harus lengser setelah diterpa banyak kritikan. Dengan begitu, Truss berarti menjadi perempuan kedua di Inggrsi yang menjabat sebagai menteri luar negeri, mengikuti jejak yang sebelumnya hanya dilakukan oleh Margaret Beckett dari Partai Buruh 15 tahun lalu.

Nama Truss kian populer atas perannya dalam menegosiasikan kesepakatan perdagangan baru pasca-Brexit sejak Inggris meninggalkan struktur ekonomi UE.

Dalam waktu yang relatif singkat di Parlemen, Truss yang saat ini berusia 46 tahun telah memegang berbagai posisi, menangani isu-isu domestik dan internasional yang terkenal.

Dalam laporannya, BBC menulis, bahwa peran baru Truss itu akan membawanya menjadi sosok yang menjadi sorotan banyak orang, sama seperti pendahulunya Dominic Raab ketika dia menghadapi kritik luas karena tetap berlibur selama krisis Afghanistan.

Truss juga juga akan memiliki banyak masalah besar di Kementerian Luar Negerinya, terutama saat ini ketika hubungan Inggris dengan China dan Rusia begitu tegang, dan program nuklir Iran sedang memprovokasi.

Lulusan Oxford ini menggemari buku-buku filsafat, politik, dan ekonomi. Saat kuliah, ia aktif dalam politik mahasiswa. Setelah itu dia bekerja sebagai akuntan untuk Shell, dan Cable & Wireless.

Ia mulai terjun ke politik pada 2001, dan tahun 2008 ia bekerja sebagai wakil direktur lembaga pemikir Reformasi kanan-tengah.

Selama berada di parlemen ia ikut menulis sebuah buku berjudul Britannia Unchained, yang merekomendasikan pencabutan peraturan negara bagian untuk meningkatkan posisi Inggris di dunia.

Pada 2012, lebih dari dua tahun setelah menjadi anggota parlemen, ia masuk pemerintahan sebagai menteri pendidikan.

Pada tahun 2016, ia menjadi sekretaris kehakiman di bawah Theresa May, tahun berikutnya pindah menjadi kepala sekretaris Departemen Keuangan, posisi di jantung program ekonomi pemerintah.

Setelah Boris Johnson menjadi perdana menteri pada 2019, Truss dipindahkan ke sekretaris perdagangan internasional, sebuah pekerjaan yang berarti bertemu dengan para pemimpin politik dan bisnis untuk mempromosikan UK PLC.

Kini, sebagai Mneteri Luar Negeri, dia akan mendapat banyak sorotan dari penjuru dunia.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA