Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Pemilu Parlemen Rusia 2021: Serangan Siber Meningkat, Rusia akan Berikan Sanksi kepada Negara-negara yang Terlibat

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 20 September 2021, 13:36 WIB
Pemilu Parlemen Rusia 2021: Serangan Siber Meningkat, Rusia akan Berikan Sanksi kepada Negara-negara yang Terlibat
Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matviyenko/Net
Serangan siber dan peretasan meningkat selama pemilu State Duma 2021, atau pemilu parlemen Rusia.  Temuan ini diungkap Ketua Dewan Federasi Valentina Matviyenko dalam wawancaranya di televisi pada Minggu (19/9).

Serangan itu menargetkan situs web KPU Pusat. Matviyenko yakin, ini dilakukan oleh negara-negara yang selama ini berupaya mengacaukan jalannya pemilu dan ikut campur dalam urusan interen Rusia.

Ia menegaskan, Moskow dapat menjatuhkan sanksi mereka yang terlibat dalam serangan tersebut. Setelah pemilu selesai, dipastikan bahwa otoritas Rusia akan memanggil negara-negara yang dicurigai untuk membahas persoalan ini hingga tuntas.

Sanksi tentu saja akan dilakukan jika memang ada bukti dan alasan yang jelas. Namun, Matviyenko tidak merinci apa jenis sanksi itu.

Ketua majelis tinggi parlemen Rusia itu mencatat peningkatan campur tangan asing yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilihan parlemen Duma Negara tahun ini.

"Intervensi asing yang belum pernah terjadi, nampak terlihat di pemilihan kali ini. Untungnya, kita memiliki instrumen hukum untuk melawan upaya mencampuri urusan kedaulatan negara kita," katanya, seperti dikutip dari TASS.

Ketika ditanya negara mana yang dimaksud, ia menjawab, "Kita semua tahu siapa yang mencoba ikut campur dan dalam format apa."

Pemilihan parlemen Duma Negara dilakukan di tengah pandemi yang belum usai. Berbagai keluhan diungkapkan beberapa pihak. Mulai dari adanya kecurangan, dilakukan dengan antrean panjang di tengah pandemi, dan keamanan yang sangat lemah.

Partai-partai oposisi mencoba mengungguli suara Partai Rusia Bersatu yang saat ini berkuasa. Berbagai kampanye melalui media sosial dilakukan oposisi untuk menggembosi suara partai Vladimir Putin itu.

Demi menghindari bentrokan dan kampanye tidak sehat, sejak pemungutan suara dimulai pada hari Jumat, Google, Apple, dan Telegram messenger telah membatasi beberapa akses ke situs kampanye pemungutan suara.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA