Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Tersangka Pembantaian di Kampus Rusia Sudah Lama Merencanakan Aksinya karena Kebencian pada Lingkungan Sekitar

LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 21 September 2021, 06:35 WIB
Tersangka Pembantaian di Kampus Rusia Sudah Lama Merencanakan Aksinya karena Kebencian pada Lingkungan Sekitar
Video beredar di media sosial yang menunjukkan mahasiswa melompat dari jendela kelas saat akski penembakan terjadi di kampus Perm State University, Senin 20 September 2021/Repro
Pelaku aksi koboi yang menewaskan sejumlah orang di sebuah kampus di Rusia, Timur Bekmansurov, menerbitkan penjelasan panjang dan rinci tentang persiapannya.

Sebelum melakukan pembunuhan, tersangka menulis di jejaring sosial VKontakte bahwa motivasinya bukan agama atau politik, tetapi mimpi yang sudah lama dia miliki karena kebenciannya terhadap semua orang di sekitarnya.

Selain itu, dia juga mencatat bahwa dirinya sempat mempertimbangkan untuk menggunakan mobil, bom, atau pisau sebagai ganti pistol.

Dalam postingannya di media sosial, Bekmansurov pernah menguraikan niatnya itu. "Saya sudah memikirkan ini sejak lama, sudah bertahun-tahun dan saya menyadari saatnya telah tiba untuk melakukan apa yang saya impikan," katanya, dan postingan ini telah dihapus, lapor kantor berita Reuters.

Peristiwa horor itu bermula pada Senin pagi (20/9), ketika Bekmansurov memasuki Universitas Negeri Perm, lembaga pendidikan terkemuka di kota yang terletak lebih dari 1.000 km sebelah timur Moskow.

Menurut laporan, remaja berusia 18 tahun itu tanpa pandang bulu menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 28 lainnya.

Bekmansurov adalah seorang mahasiswa tahun pertama, telah berada di universitas selama sepuluh hari untuk mempelajari ilmu forensik.

Berbicara kepada jaringan televisi RT, seorang perwakilan dari layanan medis regional mengatakan penembak masih hidup tetapi terluka dan saat ini dalam perawatan intensif.

Menurut Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Irina Volk serangan itu dihentikan oleh seorang letnan polisi junior, seorang inspektur lalu lintas, yang pertama kali memasuki gedung utama.

“Konstantin Kalinin melihat seorang pria bersenjata di dalam ruangan,” kata Volk.

“Melihat polisi itu, dia melepaskan beberapa tembakan ke arahnya. Inspektur lalu lintas negara melukai penyerang dengan tembakan balasan, berlari ke arahnya dan menetralisirnya, setelah itu dia mulai memberikan pertolongan pertama.”

Dari video yang beredar di media sosial nampak para siswa melompat keluar dari jendela untuk mencoba dan melarikan diri dari penembak.

Menurut sumber jaringan televisi RT, tombol alarm di universitas gagal berbunyi, itu karena penjaga keamanan kampus menjadi korban pertama yang  terbunuh.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA