Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kehilangan Teman Lama, Xi Jinping Mengenang Abdelaziz Bouteflika sebagai Negarawan Luar Biasa

LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 21 September 2021, 07:08 WIB
Kehilangan Teman Lama, Xi Jinping Mengenang Abdelaziz Bouteflika sebagai Negarawan Luar Biasa
Konvoi membawa peti mati mantan presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika menuju pemakaman El Alia pada Minggu 19 September 2021/Net
Bagi China, Aljazair adalah saudara tradisional dan mitra dekat sejak lebih dari 60 tahun. Duka yang dialami Aljir adalah juga duka bagi Beijing.

Ketika negara itu kehilangan tokoh kemerdekaannya, mantan presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika, China pun ikut berduka. Hal itu disampaikan Presiden Xi Jinping saat meratifikasi penghargaan tinggi China terhadap hubungan persahabatannya dengan Aljazair dengan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune, pada Senin (20/9).

Xi mengenang Bouteflika sebagai negarawan luar biasa dan pemimpin gerakan pembebasan nasional di Aljazair, dunia Arab, dan Afrika pada umumnya, dan memberikan kontribusi penting untuk pemulihan kursi sah China di PBB, seperti dikutip dari CGTN.

"Selama masa kepresidenannya, Bouteflika secara aktif mempromosikan pengembangan hubungan bilateral, memperdalam kerja sama persahabatan antara kedua negara dan memperkuat persahabatan antara kedua bangsa," kata Xi, dalam ungkapan duka cita yang mendalam.

"Dengan kematiannya, orang-orang China telah kehilangan seorang teman lama," tambah Xi.  

Bouteflika meninggal pada Jumat (17/9) dalam  usia 84 tahun. Ia menjabat sebagai presiden selama empat periode berturut-turut hingga April 2019.

Aljazair pada Minggu (19/9) mengadakan pemakaman di ibukota Aljir untuk Bouteflika. Sehari sebelum pemakaman, Tebboune memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh negeri selama tiga hari untuk menghormati mantan pemimpin tertinggi Aljazair itu.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA