Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Ditujukan ke Israel, Iran: Serangan yang Melanggar Batas Negara akan Mendapatkan Balasan

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 21 September 2021, 12:18 WIB
Ditujukan ke Israel, Iran: Serangan yang Melanggar Batas Negara akan Mendapatkan Balasan
Menteri Pertahanan baru Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Gharaei Ashtiani/Net
RMOL. Iran tidak akan segan melakukan balasan atas setiap serangan musuh yang melanggar batas negara. Peringatan itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan baru Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Gharaei Ashtiani.

Dalam pidatonya pada Senin (20/9), Ashtiani menyoroti komentar dari pejabat Israel mengenai program nuklir Iran dan dugaan bantuan yang diberikan Teheran kepada kelompok-kelompok militan.

Ashtiani menekankan, Iran telah sering menjelaskan bahwa kekuatan pertahanannya, termasuk kemajuan dalam teknologi dan inovasi ditujukan untuk melindungi keamanan nasional dan menanggapi setiap agresi eksternal.

"Musuh-musuh bangsa Iran pasti akan menerima tanggapan yang menghancurkan untuk setiap tindakan ceroboh dan sembrono, mereka akan dikenakan biaya yang besar," tegasnya, seperti dimuat Sputnik.

“Rezim yang berafiliasi dengan kekuatan palsu telah mati-matian menggunakan pernyataan tidak masuk akal dan tuduhan tidak berdasar,” tambahnya, merujuk pada Israel.

Namun menurut Ashtiani, Tel Aviv menggunakan tuduhan dan gertakan terhadap Iran hanya karena putus asa.

Komentar menteri pertahanan itu muncul beberapa hari setelah jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, membantah klaim yang ditujukan terhadap program nuklir Iran dan pengaruh regional oleh pemerintah Israel dan beberapa negara Arab.

"Rezim pelanggar hukum Israel, yang duduk di atas nuklir terlarang & menolak bergabung dengan NPT, sekali lagi mengancam anggota NPT Iran, sebuah negara dengan program nuklir yang paling diawasi di dunia. Tetapi dunia telah terbangun dengan sifatnya yang tidak stabil. Iran berhak untuk menanggapi," cuit Khatibzadeh di Twitter.

ARTIKEL LAINNYA