Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Pakistan Tutup Pintu untuk Pengungsi Afghanistan, Ketegangan Terjadi di Perbatasan Chaman

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 24 September 2021, 10:39 WIB
Pakistan Tutup Pintu untuk Pengungsi Afghanistan, Ketegangan Terjadi di Perbatasan Chaman
Perbatasan Pakistan dan Afghanistan di Chaman/Net
Ketegangan di perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan setelah banyak warga Afghanistan berusaha mencari perlindungan di Pakistan untuk menghindari kekuasaan Taliban.

Menurut laporan New York Times, ribuan warga sipil dan keluarga Afghanistan berada dalam bahaya konfrontasi di titik penyeberangan di Chaman.

"Anak-anak, wanita, dan pasien sedang mengantre, dan kehilangan nyawa karena panas," kata salah seorang pengungsi 28 tahun, Mohammad Sadiw Sabery.

Berbagai laporan muncul bahwa warga sipil Afganistan harus menunggu berhari-hari untuk melewati gerbang di Chaman yang tertutup.

Di media sosial, tampak keluarga dan orang catat didorong menggunakan gerombak menuju perbatasan.

PBB memperkirakan hampir 10.000 pengungsi telah tiba di Pakistan sejak pertengahan Agustus, setelah kontrol negara itu diamankan oleh Imarah Islam Afghanistan.

Namun, pihak berwenang Pakistan enggan mengizinkan pengungsi baru Afghanistan masuk, meninggalkan kerumunan besar warga Afghanistan yang terluka menangis dan mengemis di gerbang.

Sabery mengatakan, Pakistan memiliki pasukan penuh di sisi perbatasan mereka.

"Pakistan siap berperang, tetapi Taliban tidak," ujarnya.

Pemerintah Pakistan sendiri membenarkan tindakannya untuk menutup perbatasan, dengan menyatakan bahwa mereka mengutamakan kepentingan keamanan nasionalnya.

ARTIKEL LAINNYA