Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Survey: Soal Covid, 53 Persen Warga AS Tidak Percaya pada Joe Biden

LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 29 September 2021, 06:22 WIB
Survey: Soal Covid, 53 Persen Warga AS Tidak Percaya pada Joe Biden
Presiden Joe Biden/Net
Jajak pendapat terbaru yang dirilis Axios/Ipsos pada Selasa (28/9), menunjukkan 53 persen orang Amerika tidak terlalu percaya atau tidak percaya sama sekali kepada Presiden Joe Biden atas keakuratan informasi tentang virus corona yang diberikannya.

Dilaporkan Russian Today, dari 1.100 orang dewasa yang diwawancara, tercatat hanya ada 45 persen yang mengatakan bahwa mereka sangat atau cukup mempercayai Biden. Margin kesalahan survei adalah 3,2 persen poin.

Menurut data survei tersebut, kepercayaan publik pada Biden telah turun cukup banyak sejak Januari, ketika 58 persen responden yang ditanyai mengatakan bahwa mereka mendukung presiden dalam pandemi, tidak lama setelah pelantikannya.

Survey tersebut juga menunkukkan bahwa hanya 49 persen yang mengatakan mereka mempercayai pemerintah untuk memberikan informasi yang akurat tentang Covid-19. Angka itu terus merosot dari data dua minggu lalu, di mana angka menunjukkan tingkat kepercayaan berada di 54 persen.

Sementara kepercayaan menurun pada Biden dan pemerintah, jajak pendapat menemukan adanya peningkatan kepercayaan kepada para pejabat kesehatan.

Lebih dari 60 persen responden mengatakan mereka mempercayai Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan 'pejabat kesehatan masyarakat nasional' untuk memberikan informasi virus corona yang akurat kepada publik.

Data survei juga menemukan mayoritas yang melihat virus corona sebagai risiko kesehatan utama.

Kurang dari 15 persen mengatakan pertemuan dengan teman dan keluarga atau makan di restoran menimbulkan risiko kesehatan yang besar, yang menurun dari dua minggu lalu. Hanya 27 persen yang berpikir bahwa perjalanan udara menimbulkan risiko karena Covid-19, yang juga turun dari 35 persen sejak jajak pendapat terakhir.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA