Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Restoran, Hotel dan Rumah Sakit di Kanada Kekurangan Tenaga Kerja

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 29 November 2021, 14:21 WIB
Restoran, Hotel dan Rumah Sakit di Kanada Kekurangan Tenaga Kerja
Tanda lowongan kerja di toko roti Le Toledon di Montreal, Quebec/Net
RMOL. Kanada mengalami krisis tenaga kerja yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di beberapa wilayah di Ottawa, banyak pengusaha yang memasang iklan 'Lowongan', tetapi mereka belum menemukannya berhari-hari.

Restoran Corazon De Maiz misalnya. Mereka telah lama memasang iklan lowongan, bahkan ketika pemerintah mengendurkan aturan pembatasan yang berarti restoran bisa buka lebih panjang lagi dan lebih banyak pengunjung yang datang, mereka masih belum menemukan karyawan yang diharapkan.

Mau tidak mau pemilik harus turun langsung untuk melakukan pekerjaan nemamsak, menyajikan, sampai membersihkan. Itu membuat mereka sangat kerepotan.

Pwemilik restoran Igari mengatakan kepada AFP, "Kami tiba-tiba menjadi lebih sibuk, tetapi kami harus tutup lebih awal karena istri saya dan saya kelelahan setelah bekerja sepanjang hari," katanya.

Ketika datang satu-satunya orang yang mengisi lowongan itu, dia tidak bisa bertahan lama karena pekerjaan yang menumpuk.

Tidak putus asa, para pemilik restiran sampai harus meminta bantuan saudara dan rekan mereka untuk membantu di restoran atau mencarikan tenaga kerja.

Menurut statistik terbaru dari Statistik Kanada, ada total 1.014.600 lowongan pekerjaan pada bulan September, termasuk 196.100 di layanan makanan dan 131.200 di perawatan kesehatan. Angka ini dua kali lipat dari dua tahun lalu.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kekurangan tenaga kerja, menurut Trevin Stratton, seorang mitra di Deloitte Canada, karena diKanada semakin banyak populasi yang mulai menua, bukan lagi usia angkatan kerja. Kemudian pemicu lainnya adalah sedikit sekali jumlah migran di Kanada sejak negara itu melakukan pembatasan perjalanan. Migran adalah penyumbang tenaga kerja yang cukup banyak di Kanada.

Selain usia dan juga dampak pembatasan Covid, faktor lainnya adalah jumlah upah. Dengan pekerjaan yang begitu banyak karena hanya dikerjakan sendiri, upah yang mereka terima tidak sebanding.

Kekurangan tenaga kerja tidak hanya terjadi di restoran atau toko, beberapa rumah sakit mengaku kekutangan staf dan itu menjadi sangat vital.

"Ruang gawat darurat akhirnya ditutup karena tidak cukup staf yang berjaga di sana," kata seorang sumber seperti dikutip dari AFP.

Begitu juga di sektor pariwisata, manajer Hotel Place d'Armes, kekurangan 25 staf padahal musim loiburan di depan mata.

"Pelanggannya sudah kembali," katanya, "tapi kami tidak bisa membuka semua kamar kami," keluhnya.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA