Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Donald Trump: Karena Biden, AS Jadi Tertawaan Dunia

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 07 Januari 2022, 12:41 WIB
Donald Trump: Karena Biden, AS Jadi Tertawaan Dunia
Mantan Presiden AS Donald Trump/Net
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat perang kata dengan penggantinya, Joe Biden, selama peringatan pertama kerusuhan Capitol Hill.

Dalam pidatonya di Capitol pada Kamis (6/1), Biden menyebut Trump bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut lantaran menyebarkan informasi bohong seputar kecurangan pilpres 2020.

Tidak butuh waktu lama, Trump membalas serangan Biden lewat pernyataan yang diunggah di situsnya.

Trump mengatakan Demokrat telah menghancurkan upaya transfer pemerintahan damai lantaran pemilu yang curang. Ia juga menyoroti kinerja Biden dan membandingkannya dengan apa yang telah ia lakukan selama berada di Gedung Putih.

Sekali lagi, Trump menuding "Big Tech", seperti Facebook dan Twitter digunakan secara ilegal dalam pemilu. Ia menuding surat suara dijual di negara bagian Georgia, Pennsylvania, Arizona, dan Wisconsin. Itu semua negara bagian yang dimenangkan Biden.

"Dia (Biden) bertindak seolah-olah dia dirugikan, tetapi kamilah yang dirugikan, dan Amerika menderita karenanya," tegas Trump, seperti dikutip The Week.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan pemerintahan Biden telah menciptakan rekor inflasi, penarikan pasukan di Afghanistan, harga-harga yang melambung tinggi, dan kejahatan yang merajalela.

"Amerika adalah bahan tertawaan dunia, dan itu semua karena pemberontakan yang sebenarnya, yang terjadi pada 3 November," kata Trump.

"Teater politik ini hanyalah pengalih perhatian karena Biden telah sepenuhnya gagal," pungkasnya.

Kerusuhan di Capitol Hill pada 6 Januari 2020 terjadi ketika para pendukung Trump berusaha menggagalkan Kongres untuk mengesahkan kemenangan Biden.

Trump dipandang sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kerusuhan lantaran menyebarkan tuduhan terkait kecurangan pemilu. Akibatnya, Trump menghadapi dua kali pemakzulan, sekaligus mantan presiden pertama yang menghadapi pemakzulan akibat kejadian tersebut.

ARTIKEL LAINNYA