Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Rayakan 30 Tahun Hubungan Diplomatik, Xi Jinping Gelar Pertemuan dengan Lima Negara Asia Tengah

LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 26 Januari 2022, 12:21 WIB
Rayakan 30 Tahun Hubungan Diplomatik, Xi Jinping Gelar Pertemuan dengan Lima Negara Asia Tengah
Presiden China Xi Jinping/Net
Sejumlah pencapaian dan rencana kerja sama antara China dan Asia Tengah dipaparkan oleh Presiden China Xi Jinping kepada pemimpin dari Kazakhstan, Tajikistan, Kirgistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan, pada Selasa (25/1) waktu setempat.

Pertemuan dilakukan dalam rangka memperingati 30 tahun hubungan diplomatik China dan lima negara Asia Tengah tersebut.

Kepada lima pemimpin Xi mengatakan bahwa kunci keberhasilan kerja sama adalah saling menghormati, persahabatan bertetangga yang baik, solidaritas di masa-masa sulit, dan saling menguntungkan.

Menguraikan keberhasilan dalam hubungan, Xi mengatakan bahwa selama 30 tahun terakhir, China dan negara-negara Asia Tengah telah bergandengan tangan dalam mengejar pembangunan bersama, dan memberikan dukungan timbal balik pada isu-isu mengenai kepentingan inti masing-masing sebagai pembela sejati multilateralisme.

"Kami telah menggabungkan upaya untuk memerangi tiga kekuatan terorisme, separatisme dan ekstremisme, kejahatan terorganisir transnasional dan perdagangan narkoba, dan dengan tegas menolak campur tangan eksternal atau upaya untuk menghasut revolusi warna," kata Xi, seperti dikutip dari Global Times, Rabu (26/1).

Tiongkok akan terus mendukung negara-negara Asia Tengah dalam mengikuti jalur pembangunan yang disesuaikan dengan realitas nasional mereka, kata Xi. China dengan tegas mendukung mereka dalam menjaga kedaulatan, kemerdekaan dan integritas wilayah, dalam mengejar revitalisasi nasional dan kekuatan yang lebih besar melalui persatuan, dan dalam memainkan peran yang lebih besar di panggung dunia.

China yang berbatasan dengan tiga dari lima negara Asia Tengah; Kazakhstan, Tajikistan, dan Kirgistan, telah mengembangkan kemitraan strategis dan melakukan kerja sama di bawah Belt and Road Initiative (BRI).

Berdasarkan saling percaya politik, kerjasama bilateral berkembang dengan baik selama 30 tahun terakhir, dengan perdagangan antara China dan negara-negara Asia Tengah melonjak menjadi 50,1 miliar dolar AS pada tahun 2021 dari 460 juta dolar AS pada tahun 1992.

Xi juga mengumumkan bantuan untuk negara-negara Asia Tengah untuk meningkat ekonomi mereka dan rencana untuk meningkatkan produksi bersama dan transfer teknologi sehubungan dengan vaksin dan obat-obatan.

"Dalam tiga tahun ke depan, pemerintah China akan memberikan bantuan senilai 500 juta dolar AS kepada lima negara untuk mendukung program lapangan pekerjaan, dan menawarkan 5.000 kesempatan seminar serta lokakarya untuk membantu mereka melatih para profesional dan memperkuat kekuatan pendorong untuk pembangunan yang dihasilkan sendiri," kata Xi.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA