Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Lecehkan Seorang Pria, Pelaku Pembunuh Berantai Regina Arthurell Kembali Ditangkap Polisi

LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 28 Januari 2022, 16:42 WIB
Lecehkan Seorang Pria, Pelaku Pembunuh Berantai Regina Arthurell Kembali Ditangkap Polisi
Ilustrasi/Net
Pelaku pembunuh berantai Regina Arthurell telah didakwa dengan pasal pelecehan setelah diadukan telah menyentuh secara seksual seorang pria di barat daya Sydney.

Arthurell pernah dikenal sebagai Reginal dan mulai beralih nama setelah menjalani hampir 24 tahun di balik jeruji besi atas pembunuhan tunangannya Venet Mulhall di Coonabarabran pada tahun 1995.

Kamis lalu, seorang pria berusia 50 an tahun pergi ke polisi dan mengatakan kepada mereka bahwa pada beberapa kesempatan dia telah disentuh secara seksual oleh seorang wanita yang dia kenal.

Masalah ini dirujuk ke petugas dari Tim Investigasi Perintah Pengawasan Diperpanjang (ESOIT) dari Regu Pelecehan Anak dan Kejahatan Seks. Dan dimulailah penyelidikan.

Setelah diselidiki polisi kemudian menangkap Arthurell di pusat rehabilitasi di Campbelltown, Australia pada Jumat pagi (28/1) waktu setempat.

Dia lalu dibawa ke Kantor Polisi Campbelltown, dan didakwa dengan empat tuduhan menyentuh orang lain secara seksual tanpa persetujuan.

Arthurell (75) ditempatkan di bawah perintah pengawasan yang diperpanjang tahun lalu setelah seorang hakim Mahkamah Agung mengatakan bahwa dia akan membahayakan masyarakat jika dibebaskan sepenuhnya.

"Mengingat pola kerusakan fatal yang berulang kali ditimbulkan oleh terdakwa yang mulai mendekati (usia) 50 tahun, baginya untuk sepenuhnya bebas di dalam masyarakat akan terlalu berbahaya," kata Hakim Richard Button dalam putusannya, seperti dikutip dari 9News, Jumat (28/1).

Dia tunduk pada 47 dakwaan, yang meliputi pemantauan elektronik dan rehabilitasi alkohol.

Menjelang keputusan itu, Arthurell telah memohon lebih banyak kebebasan, dengan mengatakan dia mengalami kesulitan berteman atau menggunakan ponsel setelah menghabiskan lebih dari dua dekade di balik jeruji besi.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA