Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Menlu Prancis: Putin Belum Punya Keinginan Serang Ukraina

LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 03 Februari 2022, 07:46 WIB
Menlu Prancis: Putin Belum Punya Keinginan Serang Ukraina
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian/Net
Kemungkinan bahwa Rusia akan melakukan invasi skala penuh ke Ukraina kembali terpatahkan dengan pernyataan terbaru dari Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian.

Dalam sebuah wawancara di saluran Televisi France 2 pada Rabu (2/2), Le Drian mengatakan bahwa, meskipun serentetan laporan dalam beberapa pekan terakhir mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Rusia dapat mengalir Ukraina, Paris tidak melihat tanda-tanda bahwa Moskow sedang bersiap untuk meluncurkan serangan skala penuh terhadap ke nagara tetangganya itu.

"Situasinya sangat serius - puluhan ribu tentara Rusia berada di dekat perbatasan Ukraina, manuver militer yang melibatkan pasukan Rusia dan Belarusia diperkirakan akan terjadi di dekat perbatasan Ukraina," katanya, seperti dikutip dari AFP.

Namun, menurutnya, saat ini belum ada informasi mengenai keinginan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertindak. Dia menunjukkan bahwa prioritas saat ini adalah mengurangi ketegangan di kawasan.

Le Drian mengatakan pertemuan terakhir perwakilan dari format Normandia, yang mempertemukan negosiator dari Kiev, Moskow, Berlin, dan Paris dalam upaya untuk menyelesaikan konflik di Donbass, menunjukkan " kemajuan sederhana," dan menyatakan optimisme pada potensi keberhasilan lebih lanjut.

“Kita dapat mencapai kesepakatan tentang Ukraina. Hanya kemauan politik yang diperlukan untuk menghindari yang terburuk,” tegasnya.

Pejabat Ukraina dan Barat telah berulang kali menyuarakan keprihatinan tentang invasi yang akan segera terjadi, mengutip laporan bahwa Moskow menempatkan pasukannya di dekat garis demarkasi. Rusia dituduh mengumpulkan sekitar 100.000 tentara ke perbatasan bersama.

Ada sejumlah laporan tentang invasi Rusia ke Ukraina di media barat dalam beberapa pekan terakhir, tetapi Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov menolaknya sebagai berita tidak berdasar dan hany sebuah histeria media.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA