Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Facebook dan Instagram Izinkan Pengguna Memposting Kecaman dan Kekerasan Terhadap Rusia dan Putin

LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 11 Maret 2022, 10:23 WIB
Facebook dan Instagram Izinkan Pengguna Memposting Kecaman dan Kekerasan Terhadap Rusia dan Putin
Ilustrasinya/Net
Facebook dan Instagram mengubah aturan yang selama ini dijunjungnya. Kedua Platform itu tiba-tiba mengijinkan pengguna di beberapa negara untuk menyerukan ujaran kebencian, kekerasan, dan hasutan terhadap Rusia dan tentaranya.

Sebuah laporan yang dikutip dari Reuters, mengatakan bahwa juru bicara perusahaan telah mengkonfirmasi pada Kamis (10/3) bahwa untuk sementara hal itu diijinkan sebagai bentuk ekspresi.  

"Sebagai akibat dari invasi Rusia ke Ukraina, untuk sementara kami mengizinkan bentuk ekspresi politik yang biasanya melanggar aturan kami, seperti misalnya pidato kekerasan 'matikan penjajah Rusia'. Yang seperti itu dijinkan," kata Jubir.

Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta, untuk sementara juga akan mengizinkan postingan yang menyerukan kematian Presiden Rusia Vladimir Putin atau Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, seperti dilaporkan Reuters yang mengutip email internal yang merinci perubahan tersebut.

Seruan kekerasan tidak akan diizinkan jika mengandung target lain, seperti warga sipil Rusia misalnya.

"Kami masih tidak akan mengizinkan seruan untuk melakukan kekerasan terhadap warga sipil Rusia,” kata juru bicara Meta, Andy Stone, dalam sebuah pernyataan.
 
Pergeseran kebijakan ini terjadi saat Meta dan platform lain menanggapi invasi Rusia ke Ukraina.

Dalam email yang baru-baru ini dikirim ke moderator, Meta menyoroti perubahan dalam kebijakan ujaran kebencian yang berkaitan dengan Rusia dan tentaranya dalam konteks invasi.

Perubahan kebijakan ini mulai berlaku di Armenia, Azerbaijan, Estonia, Georgia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania, Rusia, Slovakia, dan Ukraina. Pengguna di negara-negaar itu boleh mengutuk atau memposting ujaran kebencian yang menargetkan Rusia, tentaranya, juga presidennya, menurut satu email.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA