Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Pilpres Prancis 2022: Macron Unggul 56 Persen, Le Pen Legowo dan Mengaku Tidak Dendam

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 25 April 2022, 06:25 WIB
Pilpres Prancis 2022: Macron Unggul 56 Persen, Le Pen Legowo dan Mengaku Tidak Dendam
Penghitungan suara pemilihan presiden Prancis 2022 masih berlangsung pada Minggu malam 24 April 2022/Net
Jalan panjang Marine Le Pen menuju Istana Elysée kembali terhenti. Ketua Umum Partai National Rally itu harus sekali lagi mengakui keunggulan lawannya, Emmanuel Macron.

Putaran kedua pemilihan presiden Prancis selesai pada Minggu malam (24/4) waktu setempat, dengan hasil exit pol menunjukkan bahwa kandidat sayap kanan tertinggal jauh dari sang petahana yang berhaluan tengah.

Dengan 90 persen suara diproses, Presiden petahana Emmanuel Macron memimpin dengan 56,54 persen suara, menurut hasil yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri Prancis, seperti dilaporkan Sputnik.  Sementara Le Pen, mengumpulkan 43,46 persen.

Berbicara setelah pengumuman exit poll pertama, Le Pen dia mengatakan bahwa dirinya tidak perlu mengeluh, dan tetap menggambarkan hasil yang ia raih sebagai 'kemenangan yang bersinar'.

“Saya tidak memiliki dendam atau kepahitan,” katanya sebelum mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua orang yang mendukungnya di kedua putaran pemilihan, seperti dikutip dari AFP, Senin (25/4).

Lepen juga meminta pendukungnya untuk memilih partainya dalam pemilihan parlemen mendatang musim panas ini.

Le Pen, putri kandidat presiden lima kali dan kelas berat sayap kanan Jean-Marie Le Pen. Pemilu 2022 adalah yang ketiga baginya. Pada 2012, ia berada di urutan ketiga dengan 17,9 persen suara, di belakang Francois Hollande dan Nicolas Sarcozy. Pada tahun 2017, dia berhasil melewati putaran pertama tetapi harus kebobolan dari Macron setelah menerima hanya di bawah 34 persen di putaran kedua.

Di babak pertama, Macron mendapatkan 27,85 persen preferensi, dan Le Pen menerima 23,15 perse.

Terpilihnya kembali Macron sangat melegakan bagi sejumlah negara Uni Eropa. Menjelang pemilihan, beberapa pemimpin Eropa meminta pemilih Prancis untuk memenangkan Macron.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA