Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Atas Undangan Zelensky, Vokalis dan Gitaris Band U2 Hibur Pengungsi di Stasiun Khreshchatyk

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 09 Mei 2022, 10:31 WIB
Atas Undangan Zelensky, Vokalis dan Gitaris Band U2 Hibur Pengungsi di Stasiun Khreshchatyk
Bono membawakan lagu klasik U2 di stasiun metro Kyiv/Net
Aksi solidaritas untuk mendukung rakyat Ukraina ditunjukkan dua musisi legendaris asal Irlandia, Bono dan The Edge dari band U2.

Atas undangan Presiden Volodymyr Zelensky, keduanya menampilkan pertunjukan musik akustik kejutan untuk menghibur sekitar 100 orang warga Ukraina yang berlindung di stasiun kereta bawah tanah Khreshchatyk selama 40 menit.

"Orang-orang di Ukraina tidak hanya berjuang untuk kebebasan Anda sendiri, Anda berjuang untuk kita semua yang mencintai kebebasan," kata Bono kepada penonton, seperti dikutip dari Fox News, Senin (9/5).

"Kami berdoa agar Anda segera menikmati kedamaian itu," lanjutnya.

Sejumlah hits klasik U2 seperti "With or With You" dan "Desire" dilantunkan dua musisi itu. Pada satu titik, Bono mengundang seorang tentara Ukraina untuk bergabung dengan mereka menyanyikan lagu karya Ben E. King "Stand by Me," dengan mengubah kata "Me" menjadi "Ukraina."

Sebelumnya Bono mentweet pada Minggu pagi bahwa Presiden Ukraina telah mengundang mereka untuk tampil di Kyiv sebagai pertunjukan solidaritas dengan rakyat Ukraina.

"Mereka bisa mengambil nyawamu, tapi mereka tidak akan pernah bisa mengambil harga dirimu," kata Bono lepada penonton di sela-sela lagu.

Kehadian dua musisi itu ditanggapi Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken. Lewat cuitannya di akun Twitter ia ikut menyemangati rakyat Ukraina.

"Ini Hari yang Indah di metro Kyiv," cuit Blinken.

"Rakyat Ukraina telah menunjukkan tekad dan ketahanan yang luar biasa dalam menghadapi invasi brutal ini. Kami berdiri #BersatuDenganUkraina dan mendukung pengejarannya untuk hari-hari yang lebih damai, demokratis, dan indah di masa depan," lanjut Blinken.

Usai menghibur, Bono kemudian mengunjungi halaman Gereja St. Andrew di Bucha, tempat penemuan kuburan massal Maret lalu.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA