Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Intelijen AS: Militer China Siap Taklukkan Taiwan Pada 2030

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 12 Mei 2022, 10:21 WIB
Intelijen AS: Militer China Siap Taklukkan Taiwan Pada 2030
Militer China/Net
Taiwan berada pada situasi yang sangat mengancam karena militer China yang terus tumbuh. Bahkan informasi intelijen memperkirakan China akan memiliki militer yang mampu mengambil alih Taiwan pada 2030.

Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Avril Haines mengatakan China telah menghabiskan ratusan miliar dolar untuk mengembangkan kekuatan militernya sejak akhir 1990-an.

“Kami berpandangan bahwa mereka bekerja keras untuk secara efektif menempatkan diri mereka pada posisi di mana militer mereka mampu mengambil Taiwan,” kata Haines kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Selasa (10/5).

Dikutip dari 19fortyfive.com, para ahli dan pejabat Barat terus mengawasi China sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, khawatir jika Beijing melakukan hal serupa pada Taiwan.

“Apa yang sulit untuk dikatakan adalah bagaimana, misalnya, pelajaran apapun yang dipelajari China dari krisis Rusia-Ukraina dapat memengaruhi garis waktu itu,” ujar Haines.

Berbicara untuk forum yang sama pada akhir pekan lalu, Direktur CIA Bill Burns mengatakan krisis Ukraina tampaknya tidak membuat China mundur sepenuhnya.

“Saya tidak berpikir itu mengikis tekad Xi (Jinping) dari waktu ke waktu untuk mendapatkan kendali atas Taiwan, tetapi saya pikir itu adalah sesuatu yang memengaruhi perhitungan mereka tentang bagaimana dan kapan mereka akan melakukan itu,” jelas Burns.

Peringatan dari Haines and Burns datang hanya beberapa hari setelah Kepala Komando Strategis AS, Laksamana Charles Richard, mengatakan bahwa China kemungkinan akan menggunakan tekanan nuklir untuk keuntungan mereka di masa depan.

“Tujuan mereka adalah untuk mencapai kemampuan militer untuk menyatukan kembali Taiwan pada tahun 2027,” kata Richard.

Tak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina, China mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan Taiwan di "era baru".