Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Dipecat Gegara Skandal Pegasus, Benarkah Bos Intelijen Spanyol Hanya Dijadikan Kambing Hitam?

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 13 Mei 2022, 08:52 WIB
Dipecat Gegara Skandal Pegasus, Benarkah Bos Intelijen Spanyol Hanya Dijadikan Kambing Hitam?
Mantan Direktur CNI, Paz Esteban/Net
Pemecatan Paz Esteban, perempuan pertama yang menjadi kepala Pusat Intelijen Nasional (CNI) masih menyisakan tanda tanya. Lantaran banyak pihak meyakini ia dipecat sebagai kambing hitam atas skandal spyware Pegasus.

Pemecatan Esteban diumumkan oleh Menteri Pertahanan Margarita Robles pada Selasa (10/5), seperti dikutip BBC.

"Anda berbicara tentang pemecatan, saya berbicara tentang penggantian," ujarnya kepada wartawan.

Esteban yang berusia 64 tahun telah bekerja di CNI selama hampir 40 tahun. Pada 2019, ia didaulat sebagai pemimpin badan intelijen tersebut.

Setelah pemecatannya, Esteban akan digantikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Esperanza Casteleiro.

Pemecatan Esteban dilakukan di tengah kecaman terhadap CNI karena perannya dalam memata-matai kelompok separatis Catalan. Di antara mereka yang ditargetkan adalah Presiden Catalan Pere Aragon.

Bulan lalu, lebih dari 60 tokoh separatis Catalan menuduh pemerintah Spanyol memata-matai ponsel mereka, menyusul pengungkapan oleh pusat penelitian Citizen Lab di Kanada.

Kemudian muncul laporan bahwa Perdana Menteri Pedro Sanchez, Menhan Robles, dan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska juga ikut menjadi sasaran mata-mata yang menggunakan perangkat lunak buatan perusahaan Israel, Pegasus.

Ponsel Shanchez diretas dua kali pada Mei 2021 dan para pejabat mengatakan setidaknya ada satu kebocoran data darinya.

Di hadapan parlemen pada pekan lalu,  Robles mengatakan agen intelijen selalu bertindak sesuai hukum dan 18 separatis Catalan telah dimata-matai dengan persetujuan pengadilan.

Sementara itu, kritikus mengatakan Esteban disingkirkan hanya sebagai kambing hitam agar partai-partai pro-kemerdekaan tidak melakukan aksi protes.

Spyware Pegasus dikembangkan oleh perusahaan swasta NSO Group yang berbasis di Israel dan dapat menginfeksi iPhone dan ponsel Android. Data dapat diekstraksi dan kamera serta mikrofon dapat diaktifkan secara diam-diam untuk merekam panggilan.

NSO mengatakan Pegasus dimaksudkan untuk digunakan melawan penjahat dan teroris dan hanya tersedia untuk negara-negara dengan catatan hak asasi manusia yang baik.

ARTIKEL LAINNYA