Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Dubes Rusia Akui Beberapa Orang Kuat di Kremlin Siap Menyerah dari Invasi ke Ukraina

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 16 Mei 2022, 14:15 WIB
Dubes Rusia Akui Beberapa Orang Kuat di Kremlin Siap Menyerah dari Invasi ke Ukraina
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS), Anatoly Antonov/Net
Rusia mulai mengalami perpecahan, dengan sebagian pihak sudah menyatakan niat untuk menyerah atas invasi Moskow ke Ukraina.

Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS), Anatoly Antonov mengungkap, beberapa orang kuat di dalam Kremlin siap untuk menyerah dan "bertobat". Sementara AS dilaporkan diam-diam memberi Kremlin persyaratan negosiasi untuk menghentikan pertempuran.

“Amerika mendorong kami ke dalam negosiasi, tetapi dengan persyaratan tertentu,” ujar diplomat 67 tahun itu, seperti dikutip New York Post.

Ada tiga syarat yang diajukan. Pertama, menghentikan aksi militer sebagai bagian dari operasi militer khusus. Kedua, memindahkan pasukan Rusia kembali ke tempat mereka sebelum 24 Februari. Ketiga, bertobat atas semua yang telah Rusia lakukan.

Namun Antonov menekankan bahwa militer Rusia tidak akan mundur. Ia juga meyakini Presiden Vladimir Putin akan menyelesaikan tugasnya.

“Tentu saja kami mengatakan dengan tegas dan jelas, dan kami sangat yakin akan hal ini. Setidaknya diplomat Rusia yang bekerja di sini tidak akan menyerah seperti itu. Tidak pernah!" tegasnya.

"Kami tidak akan pernah menyerah, dan tidak akan pernah kembali," tambah dia.

Komentar Antonov muncul ketika Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg memperingatkan bahwa invasi Rusia akan mengarah ke selatan.

Ia menyebut, upaya Moskow untuk merebut wilayah Donbas timur telah "berhenti". Ia juga meyakini Ukraina dapat memenangkan konflik tersebut.

“Perang Rusia di Ukraina tidak berjalan seperti yang direncanakan Moskow. Mereka gagal merebut Kyiv, mereka mundur dari sekitar Kharkiv, serangan besar mereka di Donbas terhenti. Rusia tidak mencapai tujuan strategisnya,” pungkas Stoltenberg.

ARTIKEL LAINNYA