Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Asetnya Terancam Digunakan Rekonstruksi Ukraina, Rusia: Ini Pencurian

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 18 Mei 2022, 16:57 WIB
Asetnya Terancam Digunakan Rekonstruksi Ukraina, Rusia: Ini Pencurian
Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov/Net
Rusia mengecam gagasan bahwa negara-negara Barat akan menggunakan aset Moskow yang dibekukan untuk membiayai pembangunan kembali Ukraina.

Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Rusia belum diberitahu mengenai rencana untuk mengambil alih asetnya. Namun jika tindakan itu dilakukan, maka akan menjadi "pencurian langsung".

"Melakukan hal itu akan menjadi ilegal, terang-terangan dan akan memprovokasi tanggapan yang tepat dari Moskow," ujar Peskov, seperti dikutip Reuters, Selasa (17/5).

Gagasan untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan disuarakan oleh Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba ketika berpartisipasi dalam pertemuan para menteri keuangan G7 di Jerman, akhir pekan lalu.

"Ini benar-benar sekitar ratusan miliar euro," ujarnya.

Menteri Keuangan Jerman, Christian Lindner mengatakan pihaknya bersedia mempertimbangkan untuk menyita aset bank sentral Rusia. Tetapi ia juga menyoroti pentingnya untuk mematuhi aturan, lantaran aset warga negara seperti oligarki Rusia akan lebih rumit secara hukum.

Rusia menimbun cadangan di dalam negeri dan di negara-negara sahabat setelah pencaplokan Krimea pada 2014. Tetapi pemerintah mengatakan Moskow telah kehilangan akses ke kurang dari setengah dari sekitar 640 miliar dolar AS cadangan devisanya akibat sanksi yang diterapkan setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Beberapa palar hukum internasional juga memperingatkan negara-negara Barat tidak dapat menggunakan aset Rusia karena Kremlin tidak secara langsung menyerang mereka.

ARTIKEL LAINNYA