Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kunjungannya ke Serbia Diblokir, Lavrov: Barat Tidak Ragu Gunakan Metode Apa Pun untuk Menekan Rusia

LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 07 Juni 2022, 06:14 WIB
Kunjungannya ke Serbia Diblokir, Lavrov: Barat Tidak Ragu Gunakan Metode Apa Pun untuk Menekan Rusia
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov/Net
Keputusan Montenegro, Makedonia Utara, dan Bulgaria untuk menutup wilayah udara mereka, ditanggapi dengan dingin oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Ia menyesali kunjungannya ke Serbia terpaksa dibatalkan.

Sikap ketiga negara ini terhubung dengan sanksi yang diluncurkan Barat untuk Rusia. Dengan menutup wilayah langit mereka agar tidak dilewati diplomat Rusia jelas semakin mewakili bahwa Barat mampu melakukan apa saja untuk menekan Rusia.

“Barat memperjelas bahwa mereka tidak ragu untuk menggunakan metode yang tidak tepat untuk mempertahankan tekanan. Kami telah berulang kali melihat kemunafikan seperti itu sebelumnya," ujar Lavrov dalam konferensi persnya pada Senin (6/6).

Ia pun mengaitkan peristiwa pemboman tragis Yugoslavia tahun 1999 yang menurutnya mampu dilakukan Barat demi memenangkan Perang Dingin dan memperoleh keuntungan.

"Mentalitas ini tercermin dalam insiden yang saat ini terjadi dan sedang kita diskusikan," katanya.

"Jika kunjungan seorang menteri luar negeri Rusia ke Serbia dipandang sebagai ancaman global, maka bagaimanapun juga, hal-hal di Barat sangat buruk,” katanya.

Pada Minggu (5/6) Montenegro mengumumkan telah menutup wilayah udara mereka agar pesawat yang ditumpangi Lavrov tidak bisa lewat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari sanksi Barat yang diluncurkan kepada para diplomat Rusia.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Makedonia Utara dan Bulgaria sehingga Lavrov terpaksa membatalkan perjalanannya.

Lavrov dijadwalkan mengunjungi ibu kota Serbia, Beograd, pada 6-7 Juni dan mengadakan pembicaraan dengan Vucic mengeni kerja sama bilateral terutama mengenai pasokan gas, seperti dilaporkan Aljazeera.

Vucic telah merencanakan untuk membahas pasokan gas ke Serbia termasuk hal-hal yang berkaitan dengan harga dan kuantitas serta keamanan pasokan selama kunjungan Lavrov. Kesepakatan itu kemungkinan akan  ditandatangani selama kunjungan Lavrov, sebab kontrak pasokan gas 10 tahun Beograd dengan raksasa energi Rusia Gazprom berakhir pada Selasa (6/5).

Meskipun kecewa atas sikap ketiga negara Balkan itu, Lavrfov memastikan itu tidak akan mengganggu hubungan baik Rusia dengan Beograd.

“Sebuah negara berdaulat telah dirampas haknya untuk melakukan kebijakan luar negeri. Kegiatan internasional Serbia, yang terkait dengan Rusia, telah diblokir,” kata Lavrov, seperti dikutip dari Balkan Insight.

Lavrov kemungkinan akan mengundang rekannya dari Serbia Nikola Selakovic untuk mengunjungi Moskow karena dia tidak dapat melakukan perjalanan ke Beograd.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA