Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Presiden Sauli Ninisto: Finlandia Tidak Akan Masuk NATO Tanpa Swedia

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 13 Juni 2022, 07:25 WIB
Presiden Sauli Ninisto: Finlandia Tidak Akan Masuk NATO Tanpa Swedia
Presiden Finlandia Sauli Niinisto dalam konferensi pers setelah KTT NATO, di Helsinki, 25 Februari 2022/Reuters
Jalan Swedia dan Finlandia untuk masuk menjadi anggota NATO masih menemui hambatan dengan adanya penolakan dari Turki.

Berbicara dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Helsinki pada Minggu (12/6), Presiden Finlandia Sauli Niinisto mengatakan bahwa negaranya tidak akan bergabung dengan blok dipimpin AS itu tanpa Swedia.

“Saya mengatakan bahwa kasus Swedia (yang menemui jalan buntu untuk keanggotaan NATO) adalah milik kita. Artinya, kita akan melangkah lebih jauh,” kata Niinisto, seperti dikutip dari AFP.
Sekjen NATO, pada bagiannya, mengisyaratkan bahwa aliansi tersebut belum memberlakukan tenggat waktu untuk menerima tawaran Finlandia dan Swedia. Namun, NATO berusaha menghilangkan perbedaan antara kedua negara itu dengan Turki, sesegera mungkin.

Stoltenberg bersikeras bahwa pertemuan puncak NATO yang akan datang, yang dijadwalkan akhir Juni, bukanlah batas waktu untuk menerima dua calon anggota.

“KTT di Madrid tidak pernah menjadi tenggat waktu; pada saat yang sama, saya ingin melihat ini diselesaikan sesegera mungkin. Dan oleh karena itu kami bekerja keras dengan sekutu NATO kami, Turkiye, dan juga dengan Finlandia dan Swedia, untuk mengatasi masalah-masalah yang telah diangkat oleh Turkiye,” kata Stoltenberg, merujuk pada Turki dengan nama bahasa Inggris resminya yang baru.

Pernyataan Stoltenberg mengisyaratkan perubahan nyata dari sikap NATO pada kerangka waktu untuk potensi masuknya Finlandia dan Swedia. Awal pekan ini, Wakil Sekretaris Jenderal blok itu, Camille Grand menyatakan harapan bahwa perbedaan antara Turki dan dua calon negara anggota akan diselesaikan sebelum KTT.

“Kami berharap perbedaan akan diselesaikan pada waktunya untuk KTT. Penting untuk mempertimbangkan kekhawatiran Turkiye,” kata Grand kepada penyiar Swiss RTS dalam sebuah wawancara.

Finlandia dan Swedia telah memutuskan untuk bergegas bergabung dengan NATO di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Sementara kedua negara Nordik telah mempertahankan hubungan dekat dan kerja sama militer dengan blok pimpinan AS selama beberapa dekade, secara de jure mereka tetap menjadi negara netral.

Namun, potensi aksesi kedua negara ke blok itu menemui jalan buntu karena Turki, negara besar NATO, dengan tegas menentang tawaran keanggotaan mereka. Ankara menuduh kedua negara berfungsi sebagai “rumah tamu bagi organisasi teroris” dan menampung anggota kelompok Kurdi yang dilarang yang dianggapnya sebagai teroris.

NATO memahami keprihatinan Turki, kata Stoltenberg, dan mendorong negosiasi antara Ankara dan kedua negara Nordik.

“Jadi ketika sekutu penting seperti Turki merasa khawatir terkait  terorisme, maka tentu saja kita harus duduk dan menganggap ini dengan serius. Dan itulah yang kami lakukan,” tegasnya.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA