Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Ingin Gabung dengan Kerumunan di Capitol Hill 6 Januari 2021, Trump Sempat Coba Ambil Alih Kemudi Limusin Kepresidenan

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 29 Juni 2022, 09:56 WIB
Ingin Gabung dengan Kerumunan di Capitol Hill 6 Januari 2021, Trump Sempat Coba Ambil Alih Kemudi Limusin Kepresidenan
Kerusuhan di Capitol Hill, Amerika Serikat pada 6 Januari 2021/Net
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata pernah berusaha mengikuti kerusuhan pada 6 Januari 2021 di Capitol Hill. Bahkan Trump sempat mencoba mengambil alih kemudi limusin kepresidenannya karena ajudan menolak untuk mengantar ke Gedung Kongres.

Hal itu diungkap oleh ajudan utama Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows, Cassidy Hutchinson yang menjabat saat itu dalam kesaksiannya di hadapan DPR pada Selasa (28/6), untuk investigasi terkait kerusuhan mematikan di Capitol Hill.

"Singkirkan majalah-majalah itu, mereka tidak ada di sini untuk menyakiti saya," kata Hutchinson, mengutip ucapan Trump.

Hutchinson mengatakan, perkataan itu disampaikan Trump kepada seorang pejabat senior Secret Service, Tony Ornato.

Ketika itu, Trump juga berusaha menepis kekhawatiran para ajudannya ketika ia berpidato di luar Gedung Putih karena kerumunan membawa senapan AR-15. Alih-alih, Trump justru meminta keamanan untuk menghentikan pemeriksaan peserta agar kerumunan dapat terlihat lebih besar.

Mengutip percakapannya dengan Ornato, Hutchinson bersaksi bahwa Trump dan agen Secret Service sempat berselisih karena sang presiden ingin bergabung dengan kerumunan di Capitol Hill.

"'Saya presiden yang akan datang. Bawa saya ke Capitol sekarang,'" ujar Hutchinson, mengutip ucapan Trump yang marah.

Dia mengatakan Trump mencoba dari kursi belakang untuk meraih kemudi limusin kepresiden dan menerjang marah pada seorang pejabat Secret Service.

Trump sendiri membantah laporan tersebut, dengan menyebutnya sebagai cerita palsu.

"Cerita palsunya bahwa saya mencoba meraih kemudi Limusin Gedung Putih untuk mengarahkannya ke Gedung Capitol adalah 'sakit' dan curang," tulis Trump di Truth Social, aplikasi media sosialnya.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA