Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Kandidat Perdana Menteri Inggris Sisakan Enam Nama: Rishi Sunak Teratas, Menlu Liz Truss di Posisi Tiga

LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 14 Juli 2022, 07:22 WIB
Kandidat Perdana Menteri Inggris Sisakan Enam Nama: Rishi Sunak Teratas, Menlu Liz Truss di Posisi Tiga
Menteri Luar Negeri Liz Truss/Net
Nama mantan menteri keuangan Rishi Sunak yang dijagokan menjadi calon penerus Boris Johnson, terus memimpin di antara calon lainnya dalam pemungutan suara pertama anggota parlemen Tory Rabu (13/7).

Persaingan kini menyempit menjadi enam nama dengan tersingkirnya dua kandidat.

AFP
melaporkan, Sunak, yang mundur sebagai menteri keuangan pekan lalu dan merupakan salah satu pemicu kejatuhan Boris Johnson, menduduki puncak kontestasi dengan meraih 88 suara, diikuti oleh mantan menteri pertahanan Penny Mordaunt dengan 67 suara.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Liz Truss berada di urutan ketiga dengan dukungan 50 anggota parlemen Konservatif.

Nama-nama kandidat lainnya yang tersisa untuk memenuhi ambang batas minimal 30 suara adalah mantan menteri kesetaraan Kemi Badenoch dengan 40 suara, anggota parlemen Partai Konservatif Tom Tugendhat 37 suara, dan Jaksa Agung Suella Braverman yang lolos dengan 32 suara.

Sedangkan dua nama yang tersingkir adalah mantan menteri luar negeri Jeremy Hunt, yang menjadi runner-up di bawah Johnson dalam kontes terakhir pada 2019, dan menteri keuangan yang baru diangkat Nadhim Zahawi.

Putaran pemungutan suara berikutnya ditetapkan pada Kamis (14/7), karena partai yang berkuasa mencoba untuk menyaring daftar kandidat ke pasangan terakhir selama minggu untuk kemudian diajukan ke anggota partai.

Boris Johnson dipaksa mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri Inggris pada pekan lalu, setelah terjadi gelombang protes atas banyak skandal yang mengaitkannya.

Itu adalah kejatuhan yang menakjubkan bagi seorang politisi yang mendapatkan kemenangan telak dalam pemilihan umum pada Desember 2019 dan membawa Inggris keluar dari Uni Eropa sebulan kemudian, sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Jika jadwal tidak berubah, pengganti Johnson sebagai pemimpin Konservatif akan diumumkan pada 5 September, di tengah upaya partai tersebut membangun kembali dukungan rakyatnya setelah dihantam skandal tanpa henti.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA