Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Desak Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba, Trump Klaim Kejahatan di AS Bertambah Sejak Dia Lengser

LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 27 Juli 2022, 08:32 WIB
Desak Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba, Trump Klaim Kejahatan di AS Bertambah Sejak Dia Lengser
Donald Trump/Net
Narkoba adalah kejahatan yang memerlukan hukuman seberat-beratnya, bahkan harus dengan hukuman mati. Meskipun kedengarannya mengerikan, tetapi tindakan itu diperlukan agar Amerika Serikat bisa terhindar dari masalah narkoba.

Berbicara di Washington DC pada Selasa (26/7), untuk pertama kalinya sejak meninggalkan kantor 18 bulan lalu, mantan presiden AS Donald Trump mengatakan, angka kejahatan di AS bertambah. AS telah menjadi "tempat limbah kejahatan" dan "zona perang" sejak dia meninggalkan Gedung Putih. Itu sebabnya ia menyerukan agar hukum dan ketertiban segera dipulihkan di seluruh negeri.

“(Hukuman mati) Kedengarannya mengerikan. Anda mengeksekusi pengedar narkoba, maka Anda akan menyelamatkan 500 nyawa,” kata Trump, seperti dikutip dari The Hill.

“Ini mengerikan untuk dikatakan, tetapi Anda melihat setiap negara di dunia ini yang tidak memiliki masalah dengan narkoba, mereka memiliki hukuman mati yang sangat keras bagi orang-orang yang menjual narkoba,” lanjutnya.

Trump kemudian menyalahkan Demokrat atas lonjakan kejahatan yang melanda negara itu.

“Negara kita sekarang adalah tangki septik kejahatan. (Saat ini) kita memiliki darah, kematian, dan penderitaan dalam skala yang dulu tidak terpikirkan karena (kurangnya) upaya Partai Demokrat untuk menghancurkan dan membongkar penegakan hukum," lanjut Trump.

"Di bawah pemerintahan Demokrat, di kota-kota yang dikelola Demokrat, negara bagian yang dikelola Demokrat dan pemerintah federal yang dikelola Demokrat, para penjahat telah diberi kebebasan lebih dari sebelumnya."

Dia kemudian menunjuk beberapa kota yang hebat seperti New York dan LA yang menurutnya dipenuhi orang-orang yang mewujudkan mpian Amerika, tetapi sekarang kota-kota itu berubah menjadi zona perang literal. Menurutnya, hampir setiap hari ada banyak kejahatan, mulai dari penusukan, pemerkosaan, pembunuhan, dan serangan kekerasan.

Trump juga memerinci serangkaian kejahatan di New York termasuk kematian penikaman Christina Yuna Lee pada Februari di apartemennya di Manhattan, dan serangan minggu lalu terhadap calon gubernur Partai Republik Lee Zeldin selama penghentian kampanye.

Trump juga merujuk pada kisah baru-baru ini yang melibatkan pekerja bodega Manhattan Jose Alba yang didakwa secara salah, yang dipenjara karena menikam seorang mantan narapidana dengan kekerasan untuk membela diri.

“Kami hidup di negara yang berbeda karena satu alasan penting: tidak ada rasa hormat terhadap hukum, dan tentu saja tidak ada ketertiban. Negara kita sekarang menjadi limbah kejahatan,” kata Trump lagi.

Komentar Trump pada Selasa itu datang sebagai bagian dari visi yang lebih luas untuk menindak kejahatan dengan keras.

Trump meminta mobil patroli polisi diparkir di setiap sudut. Trump juga menyarankan untuk memindahkan perkemahan para tunawisma dari kota-kota besar dan ke “sebidang besar tanah murah di luar kota” dan membuat tenda dengan para profesional medis.

Trump mengatakan keamanan publik dapat dipulihkan jika Partai Republik mengambil alih Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat, dan ketika seorang presiden GOP 'mengambil kembali Gedung Putih pada 2024'.

Sangat jelas bahwa Trump masih sangat ingin berkuasa lagi.

Mike Pence, mantan wakil presiden dan calon saingannya di tahun 2024, mendesak Partai Republik untuk berhenti melihat ke belakang .

“Beberapa orang mungkin memilih untuk fokus pada masa lalu, tetapi pemilihan adalah tentang masa depan,” kata Pence.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA