Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

23 Tahun Bertakhta, Raja Mohammed VI Ingin Pulihkan Hubungan Maroko-Aljazair

LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 31 Juli 2022, 20:03 WIB
23 Tahun Bertakhta, Raja Mohammed VI Ingin Pulihkan Hubungan Maroko-Aljazair
Raja Mohammed VI/Net
Raja Maroko Mohammed VI menegaskan keterbukaannya untuk memulihkan hubungan dengan Aljazair, yang memutuskan hubungan diplomatik dengannya tahun lalu.

Hal itu ia sampaikan dalam pidato peringatan kenaikan takhtanya yang ke-23 pada Sabtu (30/7), seperti dimuat MAP News.

"Saya tekankan sekali lagi, perbatasan yang memisahkan persaudaraan Maroko dan Aljazair tidak akan pernah menjadi penghambat yang menghalangi interaksi dan pemahaman mereka," kata Raja Mohammed.

Ia mengatakan ingin bekerja sama dengan kepresidenan Aljazair sehingga keduanya dapat bekerja bahu-membahu untuk membangun hubungan normal antara dua bangsa yang bersaudara.

Raja Mohammed VI sendiri membantah tuduhan bahwa hubunganya dengan Aljazair tak begitu baik. Mohammed mengecam siapa saja yang mengatakannya adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan mencoba menabur perselisihan.

 "Gosip tentang hubungan Maroko-Aljazair ini sama sekali tidak masuk akal dan terus terang mengerikan," tegasnya.  

Maroko dan Aljazair telah lama dikenal berselisih mengenai sengketa wilayah Sahara Barat, tempat di mana Front Polisario yang didukung Aljazair ingin memisahkan diri dari Maroko.

Pada Agustus 2021, Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Maroko dan menuduhnya telah melakukan tindakan bermusuhan.

Hubungan semakin tak baik ketika Aljazair mengkritik kerjasama militer yang dilakukan Maroko dengan Israel yang disebutnya sebagai entitas Zionis. Padahal Maroko tau bahwa Aljazair sangat mendukung perjuangan Palestina selain Front Polisario.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA