Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Protes Pemilihan PM Irak Terus Berlanjut, Sekjen PBB Desak Aktor Terkait untuk Redakan Situasi

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 01 Agustus 2022, 15:47 WIB
Protes Pemilihan PM Irak Terus Berlanjut, Sekjen PBB Desak Aktor Terkait untuk Redakan Situasi
Para demonstran Irak telah memprotes pencalonan Mohammed al Sudani/Net
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terus menyoroti dengan keprihatinan terhadap protes yang berlangsung di Irak yang menyebabkan banyak orang terluka.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya telah meminta pihak-pihak Irak untuk meredakan situasi dan menghindari kekerasan di tengah ketegangan atas pencalonan perdana menteri baru.

"Kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai adalah hak dasar yang harus dihormati setiap saat," katanya, pada Minggu (31/7).

Guterres telah mengimbau kepada semua aktor terkait untuk mengambil langkah segera untuk meredakan situasi dan memastikan perlindungan pengunjuk rasa damai dan lembaga-lembaga Negara.

Pendukung pemimpin Syiah Muqtada al-Sadr selama Sabtu dan Minggu telah melakukan aksi protes, dan pada Minggu mereka mencapai gedung Perdana Menteri Irak. Pihak keamanan Irak menutup jalan menuju gedung Dewan Kehakiman Tertinggi, seperti dilaporkan oleh Al Arabiya.

Namun, para pengunjuk rasa terus merangsek dan membongkar penghalang beton besar di sekitar area yang dijaga ketat.

Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Irak dan potret al-Sadr, meneriakkan, dan duduk di ruang legislatif, tanpa kehadiran anggota parlemen.

Kerusuhan terjadi hanya beberapa hari setelah ratusan pengunjuk rasa pada hari Rabu menyerbu ke Zona Hijau yang dijaga ketat di pusat ibukota Irak, menari, bernyanyi, berpose untuk selfie dan akhirnya membubarkan diri secara damai, lapor Sputnik.

Para pengunjuk rasa menentang pencalonan Mohammed Shia al-Sudani untuk jabatan Perdana Menteri, karena mereka percaya dia terlalu dekat dengan Iran. al-Sudani adalah mantan menteri dan mantan gubernur provinsi dan dinominasikan untuk jabatan Perdana Menteri atas nama Kerangka Koordinasi.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA