Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Usai Kunjungan Nancy Pelosi, China Tembak Rudal ke Dekat Taiwan

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 04 Agustus 2022, 17:00 WIB
Usai Kunjungan Nancy Pelosi, China Tembak Rudal ke Dekat Taiwan
Ilustrasi/Net
China dilaporkan telah menembakkan beberapa rudal di sekitar Taiwan, hanya berselang sehari setelah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei.

Penembakan rudal dilakukan China pada Kamis (4/8), dalam latihan militer yang akan berakhir pada Minggu (7/8). Latihan itu disebut yang terbesar yang pernah dilakukan China di Selat Taiwan.

"Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) meluncurkan beberapa jenis rudal konvensional ke beberapa wilayah laut yang ditunjuk di timur Taiwan, secara akurat mengenai target,” lapor Global Times, harian China yang dikelola pemerintah.

Jurubicara PLA mengatakan peluncuran rudal dilakukan untuk menguji ketepatan serangan pasukan roket dan kemampuan penolakan wilayah.

Beberapa video di media sosial menunjukkan asap mengepul dari ujung paling selatan daratan China yang tampaknya menjadi tempat persenjataan China dari mana rudal ditembakkan.

Menurut The Straits Times, China terakhir kali menembakkan rudal ke perairan sekitar Taiwan pada tahun 1996.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan beberapa rudal Dongfeng telah ditembakkan di perairan timur laut dan barat daya pulau itu.

Dua rudal juga diluncurkan oleh China di dekat pulau Matsu Taiwan, yang terletak di lepas pantai China, sekitar pukul 14.00 waktu setempat ke arah zona latihan yang diumumkan oleh China.

Para pejabat Taiwan mengatakan latihan itu melanggar aturan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dan merupakan serangan terhadap ruang teritorial Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan juga menyebut pada Rabu malam (3/8), beberapa jam setelah Pelosi berangkat ke Korea Selatan, pesawat tidak dikenal terbang di atas pulau Kinmen di dekat pantai China.

Kunjungan Pelosi ke Taipei meningkatkan ketegangan dengan China. Sejumlah pihak menyebut kunjungan tersebut dapat memicu serangan Beijing ke Taiwan, yang dianggapnya sebagai bagian dari wilayahnya.

ARTIKEL LAINNYA