On The Road of Devoted Service for the People
On The Road of Devoted Service for the People
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Kecam Pernyataan OKI Soal Jammu dan Kashmir, India: Berbau Fanatisme

LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Selasa, 09 Agustus 2022, 14:47 WIB
Kecam Pernyataan OKI Soal Jammu dan Kashmir, India: Berbau Fanatisme
Pertemuan India dan OKI, saat akan mencabut status khusus Jammu dan Kashmir pada 2019/DNA India
India mengecam pernyataan Organisasi Kerjasama Islam(OKI) terkait perlunya penyelesaikan masalah Jammu dan Kashmir dengan resolusi PBB karena dinilai berbau fanatisme.

Dalam pernyataan yang dirilis pada peringatan tiga tahun dicabutnya otonomi khusus Jammu dan Kashmir, OKI menyerukan diperlukannya penghormatan terhadap kebebasan dan hak asasi manusia rakyat Kashmir.

OKI juga mendesak dikembalikannya semua "tindakan ilegal dan sepihak" yang diambil pada 5 Agustus 2019 atau setelahnya.

Menanggapi hal tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri India mengeluarkan pernyataan.

"Pernyataan yang dikeluarkan Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam atas Jammu dan Kashmir hari ini berbau fanatisme,” kata Bagchi, seperti dikutip dari PTI, Selasa (9/8).

Bagchi menegaskan, Jammu dan Kashmir adalah wilayah yang tidak akan terpisahkan dan tetap menjadi bagian integral dari India.

Bahkan setelah pencabutan Pasal 370 yang menghapuskan otonomi khusus Jammu dan Kashmir, pertumbuhan sosial-ekonomi di wilayah tersebut melesat.

“Namun, Sekretariat Jenderal OKI terus mengeluarkan pernyataan tentang Jammu dan Kashmir atas perintah pelanggar berantai hak asasi manusia dan promotor terorisme lintas batas, regional dan internasional yang terkenal,” jelas Bagchi.

Kashmir telah menjadi isu sengketa bagi India dan Pakistan. Setelah penghapusan Pasal 370, Pakistan melakukan serangkaian upaya untuk menginternasionalisasi masalah Kashmir.

ARTIKEL LAINNYA