On The Road of Devoted Service for the People
On The Road of Devoted Service for the People
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Akan Jadi Ketua ASEAN 2023, Indonesia Perlu Kuatkan Diplomasi Untuk Hadapi Tantangan Global

LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 19 Agustus 2022, 12:17 WIB
Akan Jadi Ketua ASEAN 2023, Indonesia Perlu Kuatkan Diplomasi Untuk Hadapi Tantangan Global
Foto bersama Direktur kerja sama eksternal ASEAN, Faizal Chery Sidharta dan Kaprodi HI FISIP UIN Jakarta serta mahasiswa/Net
Kekuatan diplomasi Indonesia telah lama menjadi kunci dari hubungan kerjasamanya dengan negara-negara lain, khususnya di ASEAN, dimana Indonesia akan menjabat sebagai ketua pada Januari 2023 mendatang.

Direktur kerja sama eksternal ASEAN, Faizal Chery Sidharta, mengatakan, sebagai negara yang menargetkan diri menjadi ekonomi terbesar ke empat dunia tahun 2045, maka sangat mungkin Indonesia dapat membawa kemajuan bagi negara maupun ASEAN di tengah situasi dunia yang semakin kompleks.  

Chery menyatakan situasi pandemi Covid-19, perang Ukraina, dan perubahan iklim ekstrim, menjadi tantangan utama yang harus dihadapi Indonesia dan negara-negara di dunia saat ini.  Oleh karena itu, peran diplomasi Indonesia sangat dibutuhkan.

"Indonesia harus mengedepankan diplomasi yang kental akan spirit kolaborasi dan kerjasama untuk dapat menghadapi berbagai tantangan baik internal,  kawasan, maupun global," ungkap Chery saat berbicara dalam kuliah umum serentak 37 Provinsi yang digelar di Universitas Islam Negeri Jakarta pada Jum'at (19/8).

Menurt Cherry, pelaksanaan diplomasi dan politik luar negeri bebas aktif Indonesia mendorong negara ini mampu mengatasi pandemi Covid-19 dengan sangat baik, tercermin dalam kesuksesannya untuk memenuhi kebutuhan medis dan memperkuat infrastruktur kesehatan.  

"Indonesia telah membuka akses vaksin untuk memperkuat infrastuktur kesehatan nasional dengan mengamankan 510.531.225 dosis dan mengratiskan 25,56 persennya. COVAX juga menyalurkan 1,35 miliar dosis vaksin
gratis ke 92 negara pada periode 2021-2022," jelasnya.

Chery juga menyoroti diplomasi perdamaian dan kemanusiaan yang telah dilakukan Indonesia dengan kontribusinya pada konflik di Afghanistan, mendorong penyelesaian konflik Rusia-Ukraina untuk memulihkan rantai pasokan pangan serta mengupayakan segera diakhirinya krisis di Myanmar.

Disamping itu Chery menambahkan, diplomasi perdagangan Indonesia tidak hanya menghubungkannya dengan negara-negara anggota ASEAN,  melainkan juga dengan negara Asia Timur lainnya seperti China, Korea Selatan dan Jepang, yang saat ini merupakan 41 persen dari total neraca perdagangan Indonesia senilai 177,1 milliar
dolar AS.

Indonesia akan menjadi ketua ASEAN menggantikan Kamboja pada Januari hingga Desember 2023. Pengangkatan ini menjadi agenda rutin tahunan ASEAN yang diurutkan berdasarkan alfabetis anggota. Sementara itu, serah terima jabatan akan berlangsung pada 13 November 2022 saat dilangsungkannya KTT ASEAN.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA