Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Trump Tunjuk Biden: Dia Musuh Negara, Gerakan MAGA Bukan Merusak Demokrasi tapi Justru Menyelamatkan

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 05 September 2022, 10:22 WIB
Trump Tunjuk Biden: Dia  Musuh Negara, Gerakan MAGA Bukan Merusak Demokrasi tapi Justru Menyelamatkan
Donald Trump dan Joe Biden/Net
Pernyataan Presiden AS Joe Biden bahwa Donald Trump dan pendukungnya telah merusak demokrasi Amerika kembali mengobarkan perang kata-kata di antara dua rival tersebut.

Berbicara selama rapat umum di Pennsylvania untuk mendukung kandidat senat Partai Republik Mehmet Oz, pada akhir pekan,  Trump mengatakan bahwa Biden dua hari sebelumnya membuat pidato paling kejam, penuh kebencian dan memecah belah yang pernah disampaikan oleh seorang presiden Amerika.

“Dia adalah musuh negara. Anda ingin tahu kebenarannya. Musuh negara adalah dia," kata Trump, seperti dikutip dari The National, Senin (5/9).

“Republik dalam gerakan Maga bukanlah orang-orang yang mencoba merusak demokrasi,” ujarnya.

“Kami yang berusaha menyelamatkan demokrasi, sangat sederhana. Bahaya bagi demokrasi datang dari kiri radikal, bukan dari kanan," tegas Trump.

Sebelumnya, Biden dalam pidato 25 menit dari Philadelphia pada hari Kamis mengatakan pasukan Maga (Make America Great Again) bersedia untuk membatalkan pemilihan demokratis dan bertekad untuk membuat Amerika mengalami kemunduran.

“Mereka tidak percaya pada aturan hukum,” kata Biden merujuk pada pendukung utama Trump.

Merujuk pada perkembangan tersebut, Menteri Luar Negeri Michigan Jocelyn Benson mengatakan pada hari Minggu bahwa pejabat pemilu AS telah melihat adanya potensi kekerasan dan gangguan sebagai ancaman terbesar untuk pemilihan paruh waktu pada bulan November.

Benson, seorang Demokrat, mengatakan pejabat pemilu dari kedua partai bekerja dengan aparat penegak hukum untuk melindungi pemilu 8 November dan menjelaskan akan ada konsekuensi bagi mereka yang mencoba ikut campur.

"Tahun ini, kami, dalam banyak hal, bahkan lebih siap daripada sebelumnya," katanya di program CBS's Face the Nation.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA