Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Ingin Bertemu Patriark Kirill, Paus Fransiskus: Agama Tidak Digunakan untuk Membenarkan Kejahatan Perang

LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 15 September 2022, 10:46 WIB
Ingin Bertemu Patriark Kirill, Paus Fransiskus:  Agama Tidak Digunakan untuk Membenarkan Kejahatan Perang
Paus Fransiskus/Net
Semua pemimpin agama seharusnya menyerukan perdamaian, bukan malah mendorong ketegangan. Paus Fransiskus juga mengatakan kepada hierarki Ortodoks Rusia dan para pemimpin agama lainnya yang hadir pada konferensi Rabu (14/9) bahwa agama  tidak boleh digunakan untuk membenarkan kejahatan perang.

Sekitar 80 ulama yang terdiri dari patriark, rabi dan mufti, hadir dalam pertemuan Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional di ibukota Kazakhstan, Nur-Sultan, Rabu. Hadir  juga perwakilan Patriark Kirill.

Kirill, ulama senior Rusia yang sejauh ini dianggap telah memberikan restunya pada invasi Rusia ke Ukraina, tidak hadir di acara tersebut.

Selama pidatonya yang menyerukan dihentikannya pertempuran, Paus Fransiskus tidak menyebut Rusia atau Ukraina dalam kata-katanya.  Tetapi dia bersikeras bahwa para pemimpin agama sendiri harus memimpin dalam mempromosikan budaya damai.

“Jika sang pencipta, yang kepadanya kita telah mengabdikan hidup kita, telah menciptakan kehidupan manusia untuk kedamaian, bagaimana mungkin kita yang menyebut diri kita sebagai orang yang mempercayaiNya, justru  menyetujui penghancuran kehidupan itu?” kata Paus, seperti dikutip dari AP.

Fransiskus kemudian memberikan tantangan kepada semua orang di ruangan itu untuk berkomitmen menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi, bukan dengan senjata.

“Semoga kita tidak pernah membenarkan kekerasan. Semoga kita tidak pernah membiarkan yang sakral dieksploitasi oleh yang profan. Yang suci tidak boleh menjadi penyangga kekuatan, atau kekuasaan tidak boleh menjadi penyangga yang suci!” tekannya.

Kantor Berita TASS melaporkan, Ketua Departemen Hubungan Eksternal Gereja Patriarkat Moskow Metropolitan Anthony mengatakan kepada kepada wartawan, bahwa Paus menegaskan perlu membuat pertemuan dengan Patriark Kirill yang hari itu tidak hadir.

“Paus mengulangi permintaannya bahwa pertemuan dengan Patriark Kirill perlu, tetapi kami tidak membahas detailnya, kapan dan di mana itu bisa terjadi. Ada kemungkinan pertemuan antara Paus dan Patriark, tetapi harus dipersiapkan dengan hati-hati," kata Anthony, menambahkan bahwa untuk mencapai beberapa hasil, perlu ada pesan, dokumen, seperti pada pertemuan pertama keduanya  di Havana.

Patriark Kirill - kepala Gereja Ortodoks Rusia - mengirim pesan ke kongres yang dibacakan oleh Metropolitan Anthony, yang bertanggung jawab atas hubungan luar negeri di gereja.

Di dalamnya, Kirill tidak mengacu pada perang tetapi secara umum mengungkapkan bahwa masalah selama dua dekade terakhir disebabkan oleh upaya untuk membangun dunia tanpa mengandalkan nilai-nilai moral.

Kirill telah mengutuk sekuler, mentalitas liberal Barat dan mengklaim benih-benih konflik Ukraina ditaburkan oleh ancaman asing ke perbatasan Rusia.

Ulama pendukung Vladimir Putin itu bahkan mengatakan, upaya-upaya Barat tersebut tidak hanya menyebabkan hilangnya konsep keadilan dalam hubungan internasional tetapi juga konfrontasi brutal, konflik militer, penyebaran terorisme dan ekstremisme di berbagai belahan dunia.

Bagi Kirill,  Rusia adalah korban dari kampanye kotor Barat, dia mengecam penyebaran informasi yang salah dan distorsi fakta sejarah.

Kirill yang dianggap pro_Kremlin saat ini ikut terseret sanksi Barat.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA