Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Cabut Pengakuan untuk SADR, Kenya Dukung Rencana Maroko Selesaikan Masalah Sahara

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 15 September 2022, 15:19 WIB
Cabut Pengakuan untuk SADR, Kenya Dukung Rencana Maroko Selesaikan Masalah Sahara
Presiden Kenya, William Ruto/Net
Pemerintah Kenya memutuskan untuk menarik pengakuannya atas SADR (Republik Demokratik Arab Sahrawi) dan memilih untuk mendekatkan diri pada Maroko.

Sebagai tindak lanjut, Kenya menutup perwakilan SADR di Nairobi dan tengah menjajaki upaya untuk membuka kedutaan besarnya di Rabat.

"Republik Kenya memutuskan untuk menarik pengakuannya atas apa yang disebut 'SADR' dan menutup perwakilannya di Nairobi," kata keterangan pemerintah di situs resminya pada Rabu (14/9).

Lebih lanjut, pemerintah Kenya juga menyatakan komitmennya untuk mendukung secara penuh rencana Maroko dalam penyelesaian isu Sahara, termasuk rencana otonominya. Itu dilakukan sebagai bagian dari penghormatan terhadap prinsip integritas teritorial dan non-intervensi.

"Republik Kenya mendukung kerangka kerja PBB sebagai mekanisme eksklusif untuk menemukan solusi politik yang langgeng dan tahan lama dari sengketa masalah Sahara," lanjut pemerintah Kenya.

Dimuat MAP News, Raja Mohammed VI juga mengirim pesan kepada Presiden baru Kenya, William Ruto untuk memberikan ucapan selamat karena telah terpilih dalam pemilu pada Agustus 2022. Sementara itu, Ruto menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Maroko di bawah kepemimpin Raja Mohammed VI.

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan diplomatik bilateral mereka menjadi kemitraan strategis dalam waktu 6 bulan. Mereka juga akan mempercepat hubungan ekonomi, perdagangan dan sosial, hingga pertukaran budaya.

ARTIKEL LAINNYA