Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Aktivis Anti Jilbab Iran Hadis Najafi Tewas di Tangan Pasukan Keamanan

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 26 September 2022, 11:02 WIB
Aktivis Anti Jilbab Iran Hadis Najafi Tewas di Tangan Pasukan Keamanan
Kematian Amini memicu kemarahan puluhan ribu orang di seluruh Iran/Net
Nasib tragis dialami Hadis Najafi, seorang aktivis perempuan Iran berusia 20 tahun yang menjadi simbol online protes terhadap kematian Mahsa Amini di Iran. Ia dilaporkan telah dibunuh oleh pasukan keamanan Iran selama demonstrasi di kota Karaj, dekat Teheran.

Rambut pirang Najafi muncul dalam klip yang menjadi viral di media sosial, menunjukkan wanita muda itu menghadapi polisi Iran tanpa mengenakan kerudung saat melakukan protes atas kematian Amini yang tewas setelah ditahan polisi moral karena dianggap tidak memakai jilbab dengan benar.

Kematian Amini telah memicu kemarahan puluhan ribu orang di seluruh Iran dan telah membuat banyak orang turun ke jalan di beberapa kota. Selama seminggu, protes telah melanda negara itu, dengan demonstran menghadapi tanggapan kekerasan oleh polisi dan pihak berwenang.

Di banyak kota, termasuk ibu kota, pasukan keamanan menanggapi protes dengan melepaskan tembakan ke arah demonstran

Menurut Amnesty International, setidaknya 21 orang—termasuk tiga anak-anak—telah dibunuh oleh pasukan keamanan pada malam 21 September.

Setidaknya 41 orang kini telah tewas secara total, menurut jumlah korban tewas yang diberikan oleh televisi pemerintah Iran pada hari Minggu (25/9) meskipun angka resmi belum dirilis. Di antara mereka yang tewas, ada Najafi.

Wartawan Iran Masih Alinejad melaporkan bahwa wanita berusia 20 tahun itu tewas setelah terkena enam peluru di kota Karaj, menurut apa yang dikatakan saudara perempuan Najafi kepadanya.

Wartawan itu, yang tidak merinci tanggal kematian Najafi, menggambarkan berita itu sebagai sesuatu yang memilukan.

“Hadis Najafi, gadis 21 tahun harus menjadi simbol lain seperti #MahsaAmini, karena dia tidak tinggal diam menghadapi tirani. Dia terbunuh karena kejahatan memprotes kematian brutal Mahsa," kata Alinejad, seperti dilaporkan Newsweek, Senin (26/9).

"Saya menyerukan dunia untuk menjadi suara dari #HadisNajafi juga. Pahlawan sejati," tulisnya.

Wartawan itu membagikan klip dari pemakaman Najafi dan mengatakan dia adalah gadis yang baik hati dan suka menari.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA