Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Belajar dari Perang Ukraina, Inggris Akan Pastikan Taiwan Aman dari Serangan China

LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 27 September 2022, 15:19 WIB
Belajar dari Perang Ukraina, Inggris Akan Pastikan Taiwan Aman dari Serangan China
Perdana Menteri Inggris Liz Truss/Net
Seperti sekutunya Amerika Serikat, Perdana Menteri Inggris Liz Truss bertekad untuk ikut memastikan keamanan Taiwan di tengah kekhawatiran serangan militer China ke pulau itu.
 
Berbicara selama wawancara dengan CNN, Minggu (25/9), Truss yang baru menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris menggantikan Boris Johnson menyatakan janjinya untuk Taipei.

“Yang sudah saya jelaskan adalah bahwa semua sekutu kita perlu memastikan Taiwan mampu mempertahankan diri, dan itu sangat, sangat penting,” kata Truss, ketika ditanya apakah Inggris bersedia menandingi janji AS pekan lalu untuk membela Taiwan secara militer jika terjadi serangan oleh China.

Truss mengatakan pemerintahnya bekerja dengan sekutu mereka di kelompok G7, termasuk AS, Jepang dan Kanada, untuk mengurangi "ketergantungan strategis" pada China dan untuk memastikan mereka memiliki tanggapan bersama terhadap ancaman agresi militer Beijing.

"Kita perlu belajar dari Ukraina," katanya, mengacu pada invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke negara itu.

“Faktanya adalah, dunia bebas tidak melakukan cukup banyak untuk melawan agresi Rusia cukup dini dan Putin berani memulai perang yang mengerikan ini, dan kita tidak dapat melihat situasi itu terjadi di bagian lain dunia,” kata Truss.

Ditanya tentang pernyataan Truss, juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou mengatakan bahwa negara berterima kasih kepada Truss atas janjinya, dan karena terus mendukung Taiwan.

"Ketika perdana menteri menjadi menteri luar negeri Inggris untuk urusan luar negeri, Persemakmuran dan pembangunan, dia juga menyatakan dukungan untuk Taiwan pada beberapa kesempatan," kata Ou.

Dalam pidatonya di bulan April, Truss pernah meminta NATO untuk siap menghadapi ancaman global dengan bekerja sama dengan Jepang dan Australia untuk memastikan ketertiban di Pasifik.

“Kita harus memastikan bahwa negara demokrasi seperti Taiwan mampu mempertahankan diri,” katanya dalam pidato tersebut.

Truss juga membela kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi ke Taipei pada Agustus lalu, langkah yang dikecam China.

"Adalah haknya sebagai ketua Kongres untuk mengunjungi ibu kota pulau itu, Taipei," kata Truss.

"Masalah yang paling layak dipertimbangkan adalah latihan militer China yang diadakan di sekitar Taiwan sebagai tanggapan atas kunjungan tersebut," ujarnya.

Ou sebelumnya mengatakan bahwa Taiwan akan terus bekerja sama dengan Inggris dan negara-negara lain yang berpikiran sama untuk bersama-sama menentang ekspansi dan agresi otoriter, dan untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA