Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Terlalu Banyak Intervensi, Nikaragua Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda

LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 02 Oktober 2022, 07:23 WIB
Terlalu Banyak Intervensi, Nikaragua Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Belanda
Presiden Nikaragua Daniel Ortega/Net
Beberapa jam setelah menolak masuknya duta besar Amerika Serikat, kini Nikaragua memutuskan untuk menghentikan hubungan diplomatiknya dengan Belanda karena dianggap terlalu banyak mengintervensi.

“Nikaragua, dihadapkan dengan intervensionis, dan neokolonialisme Kerajaan Belanda yang menyinggung negara kami dengan ancaman dan penangguhan. Maka untuk kebaikan bersama kami memutuskan untuk segera menghentikan hubungan diplomatik,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan pada Jumat (30/9).

Dimuat Aljazeera, beberapa hari sebelumnya, Presiden Nikaragua, Daniel Ortega juga mengecam Belanda karena tidak menepati janji yang telah lama dibuat untuk mendanai rumah sakit negaranya.

“Mereka yang datang untuk tidak menghormati orang-orang kami, tanah air kami, mereka seharusnya tidak muncul lagi di Nikaragua. Dan kami tidak menginginkan hubungan dengan pemerintah intervensionis itu,” kata Ortega.

Informasi tersebut diketahui presiden Ortega saat duta besar Belanda untuk Amerika Tengah, Christine Pirenne memberi tahu menteri luar negeri Nikaragua Denis Moncada bahwa Belanda tidak akan lagi membiayai rumah sakit yang mereka janjikan untuk dibangun bertahun-tahun lalu.

“Duta Besar datang untuk berbicara dengan Nikaragua seolah-olah Nikaragua adalah koloni Belanda,” kata Ortega.

Karena hubungan yang kurang baik tersebut, sejak 2013 Belanda menutup kantor kedutaanya di ibu kota Managua dan melakukan semua pekerjaan diplomatik Amerika Tengahnya dari Kosta Rika.

ARTIKEL LAINNYA