Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Saling Serang, Bolsonaro dan Lula Kembali Bertemu dalam Debat Pertama Kampanye Putaran Kedua

LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 17 Oktober 2022, 15:04 WIB
Saling Serang, Bolsonaro dan Lula Kembali Bertemu dalam Debat Pertama Kampanye Putaran Kedua
Mantan Presiden Lula Da Silva dan Presiden Jair Bolsonaro/Net
Setelah tak menghasilkan pemenang di pemilihan presiden putaran pertama pada 2 Oktober lalu,  Presiden Brasil, Jair Bolsonaro dan Mantan Presiden Lula Da Silva kembali harus mengikuti rangkaian kampanye untuk pemilihan putaran kedua pada 30 Oktober mendatang.

Keduanya dipertemukan secara langsung dalam acara debat pemilihan yang digelar pada Minggu (16/10).

Dimuat Reuters, debat yang berlangsung selama dua jam di  TV Bandeirantes tersebut tidak banyak membahas tentang kebijakan negara.

Keduanya justru saling menyerang dengan mengungkit keburukan masing-masing selama memimpin Brasil.

Pertama, Lula mengatakan bahwa setengah dari 680.000 kematian di Brasil oleh Covid-19 dapat dihindari jika pemerintah Bolsonaro tidak menunda pembelian vaksin.

Bolsonaro melawan balik dengan kembali membicarakan tentang skandal korupsi Lula yang dilakukan selama 14 tahun dengan Partai Buruhnya di Brazil.

"Sebuah penyelidikan korupsi besar-besaran menangkap lusinan pemimpin bisnis dan politisi, termasuk Lula, yang menghabiskan waktu di penjara atas tuduhan suap yang kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung Brasil," tegasnya.

Dalam pemilihan putaran pertama, Lula memenangkan 48 persen suara melawan 43 persen untuk Bolsonaro yang tak disangka masih mendapat banyak suara setelah beberapa skandal buruk yang beredar luas.

Bolsonaro mengandalkan debat tersebut untuk membantunya mengurangi suara Lula, yang masih memimpin sekitar 5 poin persentase dari ahasil pemilihan.

Sayangnya, debat alot tersebut sama sekali tidak membicarakan bagaimana mereka dapat meningkatkan ekonomi negara dan kesejahteraan sosial, yang justru sangat dibutuhkan rakyat Brasil.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA