Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

ASEAN Tingkatkan Hubungan Kemitraan dengan Amerika Serikat dan India

LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 10 November 2022, 15:11 WIB
ASEAN Tingkatkan Hubungan Kemitraan dengan Amerika Serikat dan India
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dalam Konferensi Pers pada Kamis (10/11)/Repro
Peningkatan hubungan ASEAN dengan mitra luar negeri akan diumumkan secara resmi dalam gelaran Konferensi Tingkat Tingginya (KTT) ke-40 dan 41 di Kamboja pada 10-13 November 2022.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marsudi dalam konferensi persnya pada Kamis (10/11) menyampaikan jika sejauh ini ada dua negara yang akan diumumkan status kemitraannya dengan ASEAN.

Retno menyebut Amerika Serikat (AS) akan diumumkan sebagai mitra strategis komprehensif ASEAN dalam rangkaian pertemuan dengan mitra wicara atau dialogue partners mendatang.

"Antara lain, pengumuman peluncuran kemitraan strategis komprehensif, ASEAN-AS," kata Retno.

Indonesia, lanjut Retno, akan berperan sebagai Koordinator dialog antara ASEAN dan AS. Melalui ikatan kerjasama dengan AS, Retno berharap akan dicapai kesepakatan keberlanjutan kerjasama Electric Vehicles Ecosystem.

Selain AS, Retno mengungkap jika India juga akan mendapatkan status kemitraan yang sama dalam KTT ASEAN.

"Selanjutnya pengumuman peluncuran kemitraan strategis komprehensif, ASEAN-India," ujarnya.

Menurut Retno, hubungan kerjasama dengan India, akan berfokus pada blue ekonomi, kesehatan dan implementasi ASEAN outlook on the Indo-Pasific, serta kerjasama dengan organisasi sub-regional di Samudera Hindia.

Lebih lanjut Retno mengatakan selain dua negara ekonomi besar tersebut, ASEAN juga berharap dapat mencapai joint statement untuk implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pasific dengan Australia.

Penting pula menurut Rento, jika rencana aksesi Ukraina terhadap Treaty of Amity and Cooperation (TAC) ASEAN dalam berjalan dengan baik.

Sejauh ini, Retno berharap KTT akan menghasilkan 100 dokumen dan beberapa dokumen sampai saat ini masih terus dinegosiasikan.

ARTIKEL LAINNYA