Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Lula Sesalkan Langkah Bolsonaro yang Libatkan Militer dalam Persaingan Politik

LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 11 November 2022, 11:14 WIB
Lula Sesalkan Langkah Bolsonaro yang Libatkan Militer dalam Persaingan Politik
Presiden terpilih Brasil, Lula da Silva/Net
Keterlibatan militer dalam penyelidikan sistem pemungutan suara elektronik Brasil, dinilai Presiden terpilih Lula da Silva sebagai tindakan yang memalukan, terlebih itu dilakukan atas dorongan oposisi sayap kanan, Jair Bolsonaro.

Lula menekankan, jika sebagai seorang mantan kepala negara, sangat tidak patut jika Bolsonaro membiarkan angkatan bersenjata ambil bagian dalam politik.

"Tekanan untuk mengeluarkan laporan telah 'memalukan' dan 'menyedihkan' bagi militer, yang secara konstitusional dilarang terlibat dalam politik," ujar Lula dalam pidatonya di Brasilia, seperti dimuat Reuters pada Jumat (11/11).

Lebih lanjut, Lula mengatakan harusnya perintah penyelidikan bisa diambil alih oleh warga sipil bersama partai politik dan kongres saja, tidak perlu melibatkan militer dan Bolsonaro juga tidak memiliki hak untuk itu.

"Seorang presiden, yang merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata, tidak memiliki hak untuk melibatkan mereka untuk membentuk komisi untuk menyelidiki mesin pemungutan suara elektronik," tegasnya.

Atas kesalahan Bolsonaro tersebut, Lula meminta maaf kepada masyarakat Brasil dan angkatan bersenjata yang sudah dinodai tugasnya karena harus mengeluarkan laporan yang bahkan tidak ditemukan masalah apapun dalam sistem yang dicurigai.

Sejalan dengan pernyataan Lula, Kementerian Pertahanan pada Kamis (10/11) mengkonfirmasi bahwa memang tidak ada inkonsistensi antara mesin pemungutan suara yang diperiksa oleh tentara dan hasil resmi yang diumumkan oleh otoritas pemilihan nasional.

Mereka hanya menemukan kerentanan, yang pasti akan selalu ada jika sistem dihubungkan dengan internet. Namun itu masih bisa diantisipasi dengan penanganan lebih lanjut.

Bolsonaro yang pernah menjabat sebagai kapten tentara tersebut kerap kali menuding jika sistem pemungutan suara elektronik rentan dicurangi. Sehingga, sejak tahun lalu ia meminta agar militer menyelidiki masalah tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA