Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Cuitannya Melanggar Aturan, Lagi-lagi Kanye West Diblokir oleh Twitter

LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 02 Desember 2022, 17:01 WIB
Cuitannya Melanggar Aturan, Lagi-lagi Kanye West Diblokir oleh Twitter
Kanye West/Net
Twitter kembali memberi teguran kepada Kanye West dengan memblokir akunnya yang baru aktif lagi selama dua bulan. Penangguhan ini dilakukan Twitter pada Jumat (2/12).

Elon Musk, pemilik Twitter,  mengatakan West telah melanggar aturan platform yang melarang hasutan untuk melakukan kekerasan.

"Saya mencoba yang terbaik. Meskipun begitu, dia kembali melanggar aturan kami yang melarang hasutan untuk melakukan kekerasan. Akun akan ditangguhkan," cuit Musk pada Kamis tengah malam (1/12).

Hanya selang beberaja jam setelah cuitan Must, akun West tidak aktif lagi. Sebelumnya, Twitter telah memberi peringatan dengan membatasi salah satu tweetnya.  

Oktober lalu, Musk memulihkan akun rapper itu setelah sempat diblokir atas kasus yang sama; mendorong ujaran kebencian, dan berharap artis yang dikenal dengan panggilan Ye akan menjadi lebih bijak dalam menggunakan akunnya. Namun, pada kenyataanna, dia malah mengulang kesalahan yang sama.

Musk dalam pernyataannya mengatakan, dia tidak terkait dengan pemulihan akun West pada Oktoberf lalu.

Ye pada Kamis men-tweet foto maestro Hollywood Ari Emanuel yang menyemprotkan air ke belakang kepala Musk dengan selang. Dia memberi judul pada gambar itu; "Mari kita selalu ingat ini sebagai tweet terakhir saya #ye24".  Tak lama, akun tersebut ditangguhkan.

Namun, Musk menjawab bahwa akun Ye ditangguhkan karena menghasut untuk melakukan kekerasan, dan bukan karena memposting fotonya.

Pada bulan November, Twitter mengaktifkan kembali beberapa akun kontroversial yang telah dilarang atau ditangguhkan, termasuk situs satir Babylon Bee dan komedian Kathy Griffin.

Musk juga memutuskan untuk mengaktifkan kembali akun mantan Presiden AS Donald Trump setelah mayoritas pengguna Twitter memilih mendukung dalam jajak pendapat untuk mengembalikan Trump.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA